Unja Tandatangani MoU Beasiswa LPDP

Unja Tandatangani MoU Beasiswa LPDP

Mendalo,- Pemerintah Provinsi Jambi bekerjasama dengan Universitas Jambi (Unja) gelar Kuliah Umum Gubernur Jambi dan Penandatanganan MoU Beasiswa LPDP (Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan) Program Magister dan Doktor antara Pemerintah Provinsi Jambi dengan LPDP Kemenkeu RI, dengan tema Wujudkan Cita-Cita Anak Bangsa dengan Beasiswa. Di Balairung Univeristas Jambi, Senin (14/11).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Gubernur Jambi H. Zumi Zola, S.TP., MA, Rektor Unja Prof. H. Johni Najwan, S.H., M.H., Ph.D. Direktur LPDP Dr. Eko Prasetyo,Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Drs. H. Rahmat Derita, M.Pd, dan sekitar 800 peserta hadir dalam kegiatan tersebut, yang terdiri dari dosen, mahasiswa, pelajar, maupun guru se-Provinsi Jambi.

Dalam sambutannya Gubernur Jambi H. Zumi Zola, S.TP., MA mengatakan banyak permasalahan yang dapat menghambat para generasi muda untuk mendapatkan beasiswa LPDP. Menurut Zumi Zola, bahasa inggris adalah permasalahan yang paling sering muncul. Jika calon penerima tidak dapat menguasai bahasa inggris maka komunikasi pendidikan di luar negeri akan terganggu.

“Selama ini yang menjadi kendala adalah bahasa inggris, standarnya itu 400. Jangan sampai kendala bahasa bisa menggagalkan seseorang untuk mendapatkan beasiswa ini”, jelasnya.

Sementara itu, Rektor Unja Prof. H. Johni Najwan, S.H.,M.H.,Ph.D berharap agar generasi muda dapat memaksimalkan kesempatan ini menuju pendidikan yang setinggi-tingginya. Penandatanganan kerjasama ini merupakan suatu jalan bagi mahasiswa, guru maupun dosen untuk mencapai cita-citanya.

“Saya berharap kepada para generasi muda provinsi Jambi terutama mahasiswa dan  dosen Unja serta PNS yang ada di Provinsi  Jambi agar bisa memanfaatkan peluang ini dengan  sebaik-baiknya” ujarnya ketika memberikan sambutan pada kegiatan ini.

Direktur LPDP Dr. Eko Prasetyo mengatakan bahwa ada tiga indikator untuk melihat bagaimana sebuah daerah dan bangsa itu maju dan sejahtera, salah satunya yaitu dengan pendidikan, karena pendidikan berperan penting untuk mensejahterakan rakyat.

“Kalau kita ingin melihat bagaimana sebuah daerah, bagaimana sebuah bangsa maju dan sejahtera, sederhananya kita memiliki tiga indikator, yang pertama kalau kita ingin melihat sebuah wilayah sejahtera maka tugas pemerintah harus meningkatkan kesehatan masyarakat yang ada di sana, yang kedua rakyatnya harus punya pendidikan yang cukup dan pintar untuk menghadapi tantangan zaman, dan yang ketiga rakyatnya harus punya pendapatan perkapita yang memadai untuk bisa hidup yang layak, itulah yang kita kenal dalam indikator Human Developmen Indeks, yang berarti Indeks Pembangunan Manusia,” ujarnya. (mg1/mg4)

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *