DISKUSI PERMASALAHAN HUKUM, DEKAN FH, PANDU KETUA MK PERIODE 2013-2015.

DISKUSI PERMASALAHAN HUKUM, DEKAN FH, PANDU KETUA MK PERIODE 2013-2015.

Mendalo– Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Periode 2013-2015, Dr. Hamdan Zoelva, S.H., M.H sambangi Universitas Jambi (Unja) dalam rangka memberikan kuliah Umum kepada Mahasiswa S1 dan S2 Fakultas Hukum (FH) dan Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (Fisipol) Unja, Rabu (10/5) di ruang Rapat Senat Gedung Rektorat Unja Mendalo.

FormatFactory1 FormatFactory2
Dihadapan peserta kuliah umum, Hamdan memaparkan dinamika dan permasalahan dalam penegakan hukum. Salah satunya adaah proses dan tahapan dalam pembentukan produk hukum itu sendiri yang perlu ditata ulang dengan kembali menggali aspek sosial masyarakat.
“Banyak produk hukum yang dihasilkan belakangan ini kemudian diganti. Baru diberlakukan dua hingga empat tahun dan belum dipakai sudah diganti lagi. Ini menunjukkan prosesnya harus ditata kembali,” Ujar Hamdan dihadapan audiens.
Masih menurutnya, produk hukum yang terus berganti-ganti itu bisa menjadi preseden dalam penegakkan hukum di tanah air. Ia juga mengkritisi para ahli hukum yang terlibat dalam pembentukan produk hukum itu lebih menekankan legal structure dan berpatokan pada hukum normatif.
“Ini tidak lepas dari kecenderungan hukum yang penerapannya bersifat vertikal, dari atas ke bawah, sehingga aspek sosial dan kebutuhan masyarakat akan aturan itu terabaikan,” tambahnya.
Dalam kesempatan lain, Dr. Helmi, S.H., M.H, Dekan Fakultas Hukum Universitas Jambi yang juga memandu langsung kuliah umum ini dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan itu merupakan bagian dari pencerahan terhadap mahasiswa untuk mengetahui dinamika dan permasalahan penegakan hukum di Indonesia.

FormatFactory3 FormatFactory4

“Kita bisa melihat kelemahan apa yang perlu diperbaiki ke depan, dan itu jelas sangat penting untuk peningkatan penegakan hukum , sehingga tahu langkah apa yang harus dilakukan dan proses apa yang perlu diperbaiki,” kata Helmi.

Dengan diselenggarakannya diskusi tersebut diharapkan adanya penguatan kurikulum di fakultas hukum yang memungkinkan adanya peningkatan pengetahuan khususnya dalam proses penyusunan produk hukum kedepannya. (lia/bar)

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *