GANDENG UNJA, MAKSI GELAR FGD PERLINDUNGAN DAN PENGOLAHAN EKOSISTEM GAMBUT

Mendalo,– Dalam upaya untuk menggali berbagai permasalahan yang mungkin timbul atas penerapan PP 57 Tahun 2016 jo. PP 71 Tahun 2014 bagi keberlanjutan budidaya sawit di lahan gambut, Universitas Jambi dan MAKSI (Masyarakat Perkelapa-Sawitan Indonesia) melakukan kerjasama mengadakan forum group discussion (FGD) mengenai Rekonsiliasi Pemahaman dan Strategi untuk Review dan Implementasi PP57/2016 jo.PP 71/2014 tentang Perlindungan dan Pengolahan Ekosistem Gambut.

FormatFactoryFGD
Acara ini (18/12) diadakan di Rumah Kito Resort Hotel, Komplek Puri Mayang, Kota Baru Jambi dan dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, dan Sistem Informasi, Prof. Dr. Ir. H. Zulkifli Alamsyah, M.Sc., Dr. Ir. Hj. Asnelly Ridha Daulay, M.S dari Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Dr. Sunarti, S.P, M.P., Ketua Pusat Studi DAS dan Gambut LPPM Universitas Jambi, Ketua Umum MAKSI, Dr. Darmono Taniwiryono, M,Sc., Ketua APKASINDO Provinsi Jambi, Drs. H. Roy Asnawie M.M., Kelembagaan Petani Sawit Kalimantan Selatan, Dr. Arief RM Akbar, dan para perwakilan dari perkumpulan petani sawit di Provinsi Jambi.


Prof. Zulkifli yang juga menjabat sebagai Koordinator Masyarakat Perkelapa Sawitan Indonesia di provinsi Jambi menyambut sangat baik forum diskusi ini sebagai penambah wawasan petani sawit dan masyarakat Jambi dalam memahami PP 57/ 2016 jo. PP 71/2014 sehingga pemanfaatan lahan gambut dapat dimanfaatkan tanpa harus merusak kelestarian fungsi lahan gambut tersebut.
“Acara ini dikemas dalam bentuk diskusi bukan dalam bentuk seminar dan diharapkan nanti FGD ini bisa menyimpulkan sesuatu yang berkaitan dengan tema,”ungkapnya.

FormatFactoryMAKSI
Ketua MAKSI Pusat Dr. Darmono Taniwiryono, M,Sc., mengatakan dengan adanya keragaman permasalahan yang timbul akibat diterapkannya PP 57/ 2016 jo. PP 71/2014 justru itu yang akan kita gali dan teliti bagaimana dampak penerapan PP 57 bagi perkembangan kelapa sawit di daerah, khususnya provinsi Jambi.
“Kajian dan penelitian tentang dampak ekonomi karena pengembangan kelapa sawit harus ada sehingga kita dapat mengetahui dan menjawab seberapa besar dan pengaruh pengembangan kelapa sawit bagi masyarakat” tutup Darmono.

IRWAN
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *