PUSAT STUDI LINGKUNGAN HIDUP (PSLH) LPPM UNIVERSITAS JAMBI

by

Mendalo-Universitas Jambi (UN­JA), mulai berkembang pesat, me­nyusul  status Badan Layanan Umum (BLU) yang disandang perguruan tinggi negeri tertua di Provinsi Jambi ini, sehingga penganggaran penelitian oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat(LPPM) akan lebih baik dan sekaligus semakin bertambah beban untuk mendukung status BLU ini bisa berjalan baik, melalui kerjasama penelitian dan pengabdian yang lebih banyak dari sebelumnya untuk mendatangkan pendapatan.

Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH-LPPM), salah satu pusat studi yang tertua dan diharapkan dapat mendukung dan menjalankan program LPPM-UNJA. Pasang naik dan surutnya kerjasama yang dilakukan oleh PSLH selama ini juga telah berjalan dengan baik sesuai hambatan dan zamannya.

Inisiasi kerjasama, sepanjang tahun 2017 (tahun pertama) yang lalu cukup banyak, terutama terkait issue utama kerusakan lingkungan ekosistem gambut atau bisa juga disebut “tahun gambut 2017”. Pada periode itu keterlibatan kerjasama LPPM, yang dipimpin oleh Ibu Dr. Hj. Ade Octavia, M.M dengan Badan Restorasi Gambut (BRG) Indonesia dapat terealisasi dengan baik hingga akhir tahun 2017, walaupun pengerjaan proyek dalam waktu yang terbatas.

Kerjasama lain terkait issue penye­la­matan gambut di Jambi, juga dapat digagas adalah dengan PT. BGR (Group Minamas), menggunakan me­to­de pendampingan bertingkat dalam im­plementasi pencegahan kebakaran lahan gambut berbasis desa di 4 desa di kabupaten Muaro Jambi dan Tanjabtim. Model kerjasama yang kita kembangkan dengan PT. BGR ini menjadi menarik dan penting pada saat ini, dimana BRG akan menfasilitasi model seperti ini mulai tahun 2018 menjadi kegiatan KKN desa gambut untuk membantu upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan gambut, dimana kita sudah melakukan lebih awal.

Kerjasama dengan Kementerian PUPR yang terkait issue lingkungan irigasi dan drainase di wilayah kerja BWS (Balai Wilayah Sungai) VI, kita juga telah berhasil membantu terlaksananya Seminar Nasional dan Kongres INACID (Indonesian Commission for Irrigate and Drainage) di Hotel Suite Abadi-Jambi. Kemudian pada momen yang sama, makalah kita juga lolos hasil seleksi untuk mewakili delegasi Indonesia ikut presentasi pada Seminar Internasional dan Kongres ICID (International Com­mission for Irrigate and Drainage) di Iran.
Keberadaan Universitas Jambi, juga semakin terasa disaat issue lingkungan semakin banyak dan tidak pernah selesai, diamana perlu dicatat, kita juga diminta sebagai tenaga ahli/tim pakar (bersama 5 orang tim ahli lainnya dari 5 perguruan tinggi yang berbeda) untuk bekerja menilai kelayakan titik pantau penaatan dalam tata kelola air lahan gambut oleh KLHK Jakarta. Pekerjaan ini sudah berjalan semenjak bulan Agustus 2017 dengan tugas memberikan pertimbangan ilmiah dan penilaiaan untuk program proper pada seluruh perusahaan HTI dan  perusahaan Sawit di seluruh Indonesia.

Kerjasama internasional juga tidak luput digagas dengan konsorsium BGPP (Berbak Green Prosperity Partnership) dimana telah ditanda tangani MoU dan mengadakan Seminar Sehari/Sosialisasi Program Kerja BGPP di Aula LPPM.

Program pengembangan sumber daya manusia melalui jejaring kelembagaan juga terus digagas untuk membantu PSLH kedepan. Kita telah mengirim dua dosen/peneliti untuk mengikuti TOT KLHS di Medan tahun 2017, yang diadakan oleh KLHK, untuk antisipasi pelaksanaan mandate UU-LH yang mewajibkan KLHS. Lebih jauh lagi PSLH juga diundang untuk presentasi makalah tentang tata kelola air lahan gambut dalam mengatasi kebakaran lahan, di Palangkaraya, Kalteng yang dikelola oleh BK-PSL Se Indonesia.

Keterlibatan PSLH, secara person peneliti cukup banyak,, baik di level provinsi dan nasional, maupun internasional, ini membuktikan bahwa secara potensial UNJA tidaklah kekurangan para ahli dan momen baik ini masih perlu dikawal dan didorong, Intensitas pertemuan/rapat/seminar dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi dan Kabupaten terus terjalin dengan baik, dan sangat intensif, ini juga bukti bahwa posisi UNJA menjadi penting dalam mengatur arah kebijakan lingkungan di Jambi.  Demikian juga dengan beberapa instansi pemerintah BP-DAS KLHK, Dinas Kehutanan, Bappeda, Litbangda dan juga kerjasama dengan NGO seperti WARSI, secara kelembagaan diminta untuk memberikan kuliah umum.

Untuk melihat eksistensi peneliti dan LPPM-UNJA secara umum, mungkin tidaklah berlebihan bila kita menunjukkan bahwa tahun lalu (2017) diminta memberikan pelatihan tata kelola air di PT.RAPP (Group Sinar Mas) bersama UNSRI, untuk level pimpinan selama 3 hari di Pekan Baru. Eksistensi ini terus berlanjut dengan datangnya tawaran dari PT. Pandan Wangi Kartika untuk pekerjaan penyusunan perencanaan sekat kanal dan pengelolaan titik penaatan di Seruyan, Kalteng. Selesai di Kalteng, diminta lagi mengerjakan perencanaan pengelolaan lingkungan (tata kelola air) oleh PT. ATK (Group Kencana) untuk lahan gambut seluas 15 ribu hektar di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim.

Ini semua dimaksudkan sebagai bukti dan kepercayaan bahwa potensi UNJA sedang bergerak kearah benar dan  tepat sesuai madat yang termuat dalam status baru BLU yang menuntut LPPM memacu potensi peneliti yang sangat besar di bawah LPPM untuk membangun kerjasama kerjasama, seperti juga sedang dibidani oleh 13 pusat studi lainnya di bawah koordinasi LPPM yang tidak kalah menggeliatnya menyambut status BLU yang baru diraih UNJA.

Perkembangan pengelolaan internal kelembagaan PSLH itu sendiri belumlah secepat perkembangan kegiatan peneliti, terutama untuk membangun team work yang seirama dan sepenanggungan karena banyak alasan yang dapat dijadikan penyebab, tetapi kita yakin ini hanya bersifat sementara dimana selama ini ada keterbatasan SDM dan keterbatasan pengelola lembaga keungan, dan diharapkan dengan status baru BLU semua sekat bisa disingkirkan dan peneliti mau bekerja lebih ulet dan lebih sabar. Optimisme ini juga beralasan karena dukungan IT semakin membaik.

Koordinator PSLH terus memetakan potensi peneliti yang banyak tersebar di unit unit kerja di lingkungan Univ. Jambi, dan berharap dapat memanfaatkan PSLH ini untuk kegiatan-kegiatan kerjasama penelitian, pelatihan, seminar, konsultan penyusun AMDAL, UKL-UPL, KLHS, dan lain-lain.

Khusus untuk penyusunan dokumen AMDAL, saat ini PSLH sangat kekurangan tenaga penyusun yg bersertifikasi, dan dalam waktu dekat tahun ini, PSLH-LPPM UNJA akan memberikan kesempatan untuk ikut ujian serfifikasi ketua dan anggota. Dengan dukungan status BLU diharapkan proses administrasi keuangan termasuk pencairan dana kerjasama sebagai bagian dalam  proses layanan prima dapat lebih cepat dan baik lagi.

Selain menjalin jaringan kerjasama penelitian dengan pihak luar, secara paralel PSLH, memiliki program utama, adalah, membangun sebanyak mungkin tim yang terbentuk untuk mengerjakan spesifikasi pekerjaan yang semakin banyak dan bervariasi secara cepat. Adapun program prioritas mulai tahun 2018, direncanakan; (1) Penyusunan Pelatihan UKL-UPL (2) Pelatihan Dasar AMDAL (AMDAL-A), (3) Pelatihan Auditor Lingkungan (4) Pelatihan pengelolaan B3 dan limbah B3, (5) Pelatihan Penysunan AMDAL (AMAL-B), (6) Pelatihan KLHS, dan (7) Pelatihan Tata Kelola Air dan Lahan Gambut/Rawa. Secara luas, PSLH membuka diri secara luas untuk kegiatan konsultan lingkungan, baik untuk lembaga pemerintahan, perusahaan dan NGO maupun kelompok masyarakat yang membutuhkan tetapi tidak mampu membayar konsultan swasta.(*)

Dr. Ir. H. Aswandi, M.Si
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com