SAMPAIKAN ARAHAN MENRISTEK, REKTOR PIMPIN UPACARA HARDIKNAS 2018

Mendalo– Universitas Jambi menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2018 pada hari Rabu (2/5) di Lapangan BAK Unja Mendalo, Upacara diikuti oleh Wakil Rektor dilingkungan Universitas Jambi, Dekan dan Wakil Dekan, Ka. Biro, Kabag dan Kasubbag, Dosen dan Pegawai serta mahasiswa dilingkungan Universitas Jambi.
Upacara dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Jambi, Prof. H. Johni Najwan, S.H.,M.H.,Ph.D, Upacara diawali dengan pengibaran bendera merah putih, dilanjutkan dengan pembacaan teks pancasila, pembukaan UUD 1945, dan amanat Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).
Menristekdikti Prof. Mohamad Nasir dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Rektor Unja Prof. Johni Najwan, S.H., M.H., Ph.D menyampaikan selaku pemangku kepentingan utama di bidang pendidikan, tanggal 2 Mei, merupakan hari yang sangat penting, penuh dengan makna, inspirasi, dan motivasi dalam memajukan peradaban nasional kita melalui pengembangan sumber daya manusia.
Didalam pengembangan sumber daya manusia itu sendiri, pendidikan, terlebih pendidikan tinggi, memegang peranan kunci. Dengan tidak melupakan jenis pendidikan non-formal dan informal, peranan pendidikan tinggi sebagai terminal akhir dalam jenjang pendidikan formal sejak sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas, amatlah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Mengapa demikian? Karena di dalam pendidikan tinggi terdapat keharusan melakukan riset untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi demi kesejahteraan manusia Indonesia dan dunia.
Menristek dalam sambutannya menambahkan, Perguruan tinggi sebagai pelaksana amanah pendidikan tinggi harus lebih sensitif terhadap segala perubahan yang terjadi di masyarakat. Perguruan tinggi haruslah peka terhadap tantangan yang dihadapi oleh masyrakat, karena dengan kepekaan itulah perguruan tinggi dapat secara cepat memberikan rekomendasi serta solusi untuk menjawab segala permasalahan.
Selanjutnya menteri mengatakan riset yang bermuara pada inovasi menjadi daya ungkit perekonomian bangsa. Permasalahannya perguruan tinggi yang seharusnya menjadi kawah candradimuka penelitian justru belum begitu tampak hasilnya.
Dari sudut pandang sebagian masyarakat, pendidikan tinggi hanya dilihat sebagai sebuah jenjang untuk melanjutkan studi setelah menuntaskan bangku sekolah menengah. Hal tersebut menjadi tantangan yang kita hadapi bersama saat ini, dimana pendidikan tinggi belum menjadi sebuah agenda publik masyarakat.
Memang jika mengacu pada surat edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan tema peringatan Hardiknas Tahun 2018 adalah “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan”. Kendati demikian, Kemenristekdikti berdasarkan tantangan yang dihadapi pada era disrupsi ini, secara khusus mengangkat sub tema Hardiknas tahun 2018 “Membumikan pendidikan Tinggi, Meninggikan Kualitas Sumber Daya Manusia.
Selain itu didalam Upacara Peringatan Hardiknas juga diadakan penyerahan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi pemenang perlombaan tingkat universitas serta pawai Paud dan TK Pinang Masak Universitas Jambi.

SILVIA YULIANSARI

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com