Jurusan Kuliah dan Revolusi Industri 4.0

Hari ini (18/04) bisa jadi menjadi hari bersejarah bagi sebagian para siswa/I SMA sederajat, pasalnya pada hari ini, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) resmi mengumumkan para peserta Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2018 yang lolos masuk perguruan tinggi negeri. Dari 586.155 siswa yang mengikuti proses seleksi ini, ada 110.946 siswa yang dinyatakan lolos seleksi dan diterima di 85 perguruan tinggi negeri di Indonesia. Jika anda atau sanak saudara anda salah satu diantara 110.946 siswa yang lolos SNMPTN, maka penulis mengucapkan Selamat Menempuh Hidup Baru !
Bagi siswa/i yang belum lulus, jangan berkecil hati. Pasalnya akan ada seleksi lanjutan yang juga akan diselenggarakan oleh Ristekdikti yang dikenal dengan nama Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2018. SBMPTN merupakan seleksi berdasarkan hasil Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC) atau Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) atau kombinasi hasil ujian tulis dan ujian keterampilan calon Mahasiswa, dilakukan secara bersama di bawah koordinasi Panitia Pusat. Adapun pendaftaran SBMPTN sudah dimulai dari tanggal 5 hingga 27 April 2018.
Jurusanmu Kuliahmu, Masa Depanmu
Tentu salah satu yang menjadi problem bagi para calon mahasiswa adalah menentukan jurusan kuliah yang akan diambil. Ada beberapa calon mahasiswa yang merasa kebingungan ketika dihadapkan dengan pilihan kuliah. Problem yang paling sering dihadapi yakni peminat, status akreditasi, dan latar belakang pendidikan selama dibangku sekolah.
Jumlah peminat menjadi tantangan tersendiri yang dihadapi oleh calon mahasiswa. Semakin tinggi kompetensi jurusan/program studi yang ada disuatu perguruan tinggi maka secara otomatis akan banyak pula lah jumlah peminat jurusan/program studi tersebut. Banyaknya peminat berarti ada banyak saingan yang harus ditaklukkan demi satu kursi kuliah didalam kelas. Tentu harus ada strategi yang apik dalam menentukan jurusan/program studi dengan problem banyaknya pesaing.
Status akreditasi menjadi penghambat seseorang untuk memilih suatu jurusan/program studi. Tak jarang ada beberapa siswa yang kemudian memaksa untuk beralih haluan untuk memilih jurusan/program studi lain karena akreditas jurusan/prodi yang hendak dipilih ternyata tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Selain itu, perhatikan pula umur dari jurusan/program studi yang akan hendak dipilih. Jika jurusan/program studi yang akan dipilih ternyata adalah jurusan tertua atau termasuk jurusan yang cukup tua, namun akreditasinya masih dibawah standar yang ditentukan oleh rata-rata perusahaan penerima pekerja, maka pertimbangkanlah kembali untuk memilih jurusan tersebut. Artinya ada proses namun tidak ada progress yang tumbuh pada jurusan tersebut.
Cita-cita dan latar belakang pendidikan juga menjadi problem yang familiar terjadi pada proses seleksi masuk perguruan tinggi. Misalkan, ada siswa IPA yang tak jarang memilih jurusan kuliah di SOSHUM, begitu pula sebaliknya. Disini perlu ada bimbingan khusus dari orang tua, khususnya bimbingan dalam memilih jurusan yang kelak akan dipilih dalam SBMPTN. Ada 3 pilihan program studi yang akan dipilih. Pastikan ketiga program studi yang dipilih adalah program studi yang terbaik, sesuai dengan minat dan bakat para siswa, karena pilihan jurusan kuliah akan menentukan arah masa depan para calon mahasiswa.
Masa Depan dan Revolusi Industri 4.0
Perkembangan zaman dan teknologi sudah menghantarkan revolusi industry ke kelas yang lebih tinggi, yaitu revolusi industry 4.0. Pada awal perkembangannya, revolusi industri pertama dimulai dengan perubahan penggunaan tenaga manusia dan hewan digantikan dengan tenaga mesin, dan terbukti pada awal abad ke 18 terjadi peningkatan perekonomian negara-negara didunia naik secara drastic. Salah satu instrumen dari revolusi industry pertama ini adalah yakni adanya mesin uap.
Pada revolusi industri kedua, terjadi perubahan dari tenaga mesin menjadi tenaga motorik dan listrik yang menjadi awal perubahan wajah dunia industri secara besar-besaran. Penggunaan kendaraan seperti mobil, motor,pesawat, hingga kapal adalah komponen baru yang mewarnai revolusi industri kedua. Sedangkan revolusi industri ketiga yakni penyempurnaan dari revolusi industri kedua, yaitu adanya penggunaan internet dan teknologi digital.
Tahun 2018, revolusi industri keempat atau yang dikenalkan kepada publik dengan nama revolusi industri 4.0 yakni revolusi industri yang menggunakan superkomputer, robot pintar, kendaraan tanpa awak, editing genetik dan perkembangan neuroteknologi yang memungkinkan manusia untuk lebih mengoptimalkan fungsi otak.
Sederhananya, kinerja “otot” manusia tidak lagi diperlukan karena sudah mengandalkan “otot” robot. Tidak lagi menggunakan “otak” manusia lagi karena sudah digantikan dengan “otak” super komputer. Berkendara sudah tidak lagi menggunakan “skill/kemampuan” manusia karena sudah ambil alih oleh kendaraan tanpa awak.
Tidakkah kita menyadari bahwa kini persaingan untuk hidup dimuka bumi ini bukan lagi melawan manusia tapi melawan teknologi. Teknologi justru lahir dari tangan-tangan manusia. Artinya secara tidak langsung perkembangan zaman dan teknologi akan semakin membatasi ruang gerak antar sesama manusia untuk bertahan hidup. Disinilah persaingan yang sebenarnya akan segera dimulai. Persaingannya bukan lagi tentang adu siapa yang paling kuat, siapa yang paling pintar, tapi siapa yang paling berkompeten dalam menguasai teknologi ? Yang menguasai teknologi dan sains kelak akan menguasai dunia.
Lalu, bagaimana sikap kita dalam menghadapi situasi seperti ini ? Khususnya para calon mahasiswa ? Revolusi Industri 4.0 akan menjadi tantangan atau sebagai pemicu semangat untuk lebih giat belajar lagi demi memenangkan persaingan dimasa yang akan datang ? Generasi millennial pada tahun 2030 akan berada pada usia produktif. Pada tahun 2030 para pekerja dikantor, pusat perbelanjaan, di instansi-instansi swasta, maupun dipemerintahan akan diisi oleh generasi millennial yang saat ini mengenyam pendidikan.
Dan adalah langkah yang sangat baik jika kita mempersiapkan segalanya dari sekarang, mulailah dari memilih jurusan kuliah yang tepat, sesuai dengan skill dan latar pendidikan yang telah ditempuh selama di sekolah menengah atas, mintalah bimbingan kepada orang tua bila perlu. Selain itu, prediksi kembali jurusan kuliah yang akan ditempuh jika revolusi industri sudah pada titik 4.0, tentu ada bebrapa jurusan yang akan menjadi primadona dalam revolusi industri 4.0.
Mari nyalakan kembali rasa optimisme dalam diri kita masing-masing, jangan gentar menghadapi perkembangan zaman dan teknologi, karena pada dasarnya Manusia adalah makhluk tuhan yang paling sempurna yang pernah diciptakan dimuka bumi ini.

Daniel Estomihi Purba
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com