REFLEKSI MUHAMMADIYAH DALAM CIVIL SOCIETY

Dalam sebuah negara demokrasi keberadaan masyarakat sipil harus diakui dalam menyampaikan pendapat dan ikut serta membangun negara, salah satu kekuatan masyarakat sipil dapat dilihat dari kekuatan suatu organisasi pembentuknya sebagai tolak ukur kemajuan demokrasi. siapa yang tidak kenal dengan organisasi islam terbesar diindonesia yang telah membawa arus perubahan dan mengawal dari sejarah berdirinya bangsa indonesia hingga terbentuknya negara indonesia saat ini, kedua organisasi terbesar itu adalah muhammadiyah dan nahdlatul ulama, kedua organisasi ini telah lama berdiri dinegara indonesia yang mayoritas islam dalam menuntaskan keberagaman dan tolerasi antar umat beragama. Militansi muhammadiyah terhadap umat tidak bisa dipungkiri bahwa organisasi gerakan ini terbentuk sebelum kemerdekaan yang juga merupakan garda terdepan gerakan civil society diindonesia. Kader muhammadiyah merupakan militansi pergerakan bangsa indonesia salah satunya para pendiri bangsa yaitu Ir. soekarno presiden pertama indonesia, ki bagus hadikusuma, kahar muzakir, kasman singodimenjo, dan panglima besar TNI jenderal soedirman merupakan kader terbaik muhammadiyah dalam memperjuangkan bangsa, banyaknya kontribusi organisasi muhammadiyah untuk bangsa merupakan tujuan dan cita-cita organisasi yaitu berkiprah dibidang pembaruan bangsa dan berimplikasi luas pada kemajuan bangsa. Sang pendiri muhammadiyah sangat memahami bahwa dengan pendidikanlah masyarakat indonesia bisa bangkit dalam keterpurukan.

Satu abad usianya menandakan organisasi ini telah lulus melewati ujian zaman sekaligus mengambarkan eksistensi kekuatan gerakan ini yang mengawal bangsa hingga saat ini, sang tokoh pendiri gerakan ini KH.ahmad dahlan mendirikan gerakan dengan nama muhammadiyah berarti para pengikut nabi muhammad SAW, berdirinya gerakan ini dengan semangat untuk umat. Dampak dari gerakan muhammadiyah dapat dirasakan oleh bangsa indonesia dari segala aspek kehidupan, bahwa gerakan ini telah membantu pemerintah membangun bangsa indonesia disegi pendidikan, kesehatan dan sosial. tercatat bahwa gerakan ini telah memiliki banyak lembaga pendidikan yaitu memiliki lebih 15.000 lembaga pendidikan mulai dari pendidikan sd, smp, sma hingga perguruan tinggi yang tersebar diseluruh tanah air. dibidang sosial memiliki panti asuhan, yayasan sosial dan rumah sakit. Hal ini merupakan salah satu kontribusi muhammadiyah untuk bangsa indonesia pada khususnya dan untuk umat kemanusiaan yang menjadikan muhammadiyah sebagai organisasi sosial kemasyarakatan terbesar dan terkuat didunia dengan dukungan sumber daya struktur organisasi yang mapan dan mandiri. Gerakan muhammadiyah dengan bercirikan semangat membangun tata sosial dan pendidikan masyarakat yang lebih maju dan terdidik telah kita rasakan pada saat ini dengan kemajuan IPTEK.

Muhammadiyah dan organisasi kebangkitan nasional lainnya merupakan pilar strategis bangsa dan negara dalam mewujudkan cita-cita negara adil dan makmur dengan gerakan-gerakan yang dilakukannya. Dampak dari gerakan muhammadiyah dalam mewujudkan cita-cita luhur bangsa indonesia bisa dirasakan oleh umat dan kemajuan bangsa pada saat ini. Hal itu disampaikan oleh osama bin muhammad abdullah al suhaibi seorang duta besar arab saudi untuk indonesia yaitu “ muhammadiyah tidak pernah mengklaim dari segi banyaknya anggota, namun dampak dari kehadiran muhammadiyah sangat bisa dirasakan oleh umat “ dari paparan tersebut dapat disimpulkan bahwa gerakan muhammadiyah dirasakan oleh umat dalam membantu kemajuan bangsa.

Kuatnya organisasi ini membuat sebagai civil society yang kuat dalam membentuk karakter dan pribadi bangsa indonesia yang berkemajuan. Pada hakekatnya sebuah negara demokrasi yang maju dan kuat adalah terlihat dari pada gerakan-gerakan civil society yang ada pada suatu bangsa yang merupakan sebagai ujung tombak dan benteng terakhir negara kesatuan republik indonesia. Organisasi yang moderat seperti nahdlatul ulama dan muhammadiyah telah banyak memberikan dampak terhadap kemajuan bangsa dan menjaga bingkai keutuhan NKRI, dengan umur yang tidak muda merupakan terobosan refleksi kekuatan masyarakat sipil dalam sebuah negara demokrasi.

Menjaga ideologi pancasila yang saling menghargai juga toleransi merupakan nilai-nilai luhur bangsa indonesia, Karena didalam pancasila sudah lengkap nilai-nilai kebangsaan didalamnya dan fitrahnya NKRI, yaitu hidup dalam bingkai kebhinekaan dan menjunjung nilai-nilai kemanusiaan. Dengan adanya organisasi muhammadiyah telah dirasakan oleh umat dan juga dalam ikut serta menjaga keutuhan negara kesatuan republik indonesia.

Kekuatan civil society dalam negara demokrasi saat ini sangat diperlukan dikarenakan kondisi politik yang tidak stabil antara politik dunia menyebabkan perlunya penguatan civil society yang kuat dalam menuntaskan keberagaman dan toleransi antar umat beragama, sebagaimana kita ketahui kasus terorisme yang mengancam keutuhan negara kesatuan republik indonesia sangat merugikan bangsa ini karena dapat memecahkan persatuan antar umat beragama, maka hal ini perlu adanya penguatan nilai nilai luhur pancasila dan civil society yang kuat.

Ilham Kurniawan
Mahasiswa Fisipol Universitas Jambi
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com