Kurikulum Profesi Dokter

Cetak
Dibuat pada Jumat, 10 Mei 2013 Ditulis oleh Super User

 

KURIKULUM PENDIDIKAN TAHAP PROFESI DOKTER

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER UNIVERSITAS JAMBI

 

PENDAHULUAN

Penyelenggaraan pendidikan dokter di Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Jambi dilaksanakan dalam dua tahap pendidikan, yaitu pendidikan tahap Sarjana Kedokteran dan tahap Profesi Dokter.Setelah menyelesaikan pendidikan tahap Sarjana Kedokteran, baik pendidikan dengan Kurikulum Konvensional maupun Kurikulum Berbasis Kompetensi, mahasiswa baru selanjutnya menjalankan pendidikan tahap Profesi Dokter yang juga dikenal dengan Kepaniteraan Klinik.

Konsil Kedokteran Indonesia, pada tahun 2006, telah merumuskan Standar Kompetensi Dokter Indonesia yang menjadi acuan dalam penyusunan kurikulum pendidikan dokter di setiap institusi pendidikan dokter di Indonesia.Sehingga kurikulum pendidikan Tahap Profesi Dokter di Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Jambi disusun berdasarkan pada Standar Kompetensi tersebut.Adapun tujuan pendidikan dokter di PSPD UNJA yaitu menghasilkan lulusan dokter yang menguasai tujuh area kompetensi dokter Indonesia dan mampu berperan sebagai five star doctor (comunicator, health provider, community leader, decision maker, manager) dalam persaingan global, serta mampu berperan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Proses pendidikan tahap profesi merupakan tahapan akhir dari tercapainya tujuan pendidikan ini, yaitu dengan memberikan mahasiswa kesempatan berinteraksi dengan situasi klinik nyata dimana mahasiswa diantaranya dapat langsung berinteraksi dengan pasien dan keluarganya, masyarakat, serta berinteraksi dengan tenaga praktisi kesehatan lainnya.

Keberadaan pasien dalam tahapan pendidikan profesi dokter (Kepaniteraan Klinik) ini bertujuan untuk meningkatkan kesempatan belajar. Jika sebelumnya mahasiswa mempelajari kasus dari mendengarkan kuliah, diskusi, atau membaca textbook, dengan Kepaniteraan Klinik mahasiswa dapat menggunakan seluruh panca inderanya -pendengaran, penglihatan, pembau, peraba- untuk belajar lebih banyak tentang pasien dan permasalahan mereka. Kasus yang biasanya mereka dengar, baca, dan diskusikan pada ruang perkuliahan kini menjadi nyata dan hidup. Pengalaman belajar demikian akan memberikan ingatan yang kuat bagi mahasiswa untuk jangka waktu yang lama.

 

 

               

“To study the phenomena of disease without books is to sail an uncharted sea whilst to study books without patients is not to go to sea at all”

    (Sir William Osler, 1849-1919)

Tidak hanya berperan dalam meningkatkan aspek kognitif, proses pendidikan tahap profesi (Kepaniteraan Klinik) juga memberikan mahasiswa kesempatan untuk melatihkan keterampilan komunikasi terhadap pasien maupun keluarga pasien, mendemonstrasikan pemeriksaan fisik pada keadaan-keadaan patologis, mempraktekkan keterampilan procedural, serta membangun kemampuan clinical reasoning. Dalam keseharian interaksi belajar-mengajar, secara sadar maupun tidak sadar, mahasiswa juga akan belajar melalui pengamatan terhadap sikap dan perilaku dosen klinis dalam berinteraksi dengan pasien, keluarga pasien, kolega, mahasiswa, maupun praktisi kesehatan lainnya. Mahasiswa mengamati bagaimana dosen klinis membangun hubungan dan berkomunikasi dengan pasien serta keluarganya, bagaimana berempati terhadap penderitaan dan kesedihan, menghormati keputusan pasien untuk menerima atau menolak tindakan medik, menjaga rahasia jabatan, melakukan rujukan pada koleganya yang lain pada kasus-kasus di luar kompetensinya, bersikap jujur, ramah dan murah hati, serta berbagai aspek profesionalitas lainnya. Dengan demikian, pembelajaran tahap Profesi Dokter (Kepaniteraan Klinik) ini diarahkan pada pencapaian ketiga ranah kompetensi, yaitu ranah kognisi, keterampilan, dan sikap.

Untuk itu, kurikulum pendidikan profesi ini diantaranyaberupayauntuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa dalam:

  1. Meningkatkan pengetahuan dan pengertian tentang dasar ilmiah praktek kedokteran termasuk kemampuan melakukan evaluasi berdasar evidence (evidence based medicine).
  2. Mengerti patogenesis penyakit pada setiap pasien serta menginterpretasi riwayat penyakit dan hasil pemeriksaan fisik diagnostik
  3. Berlatih keterampilan komunikasi, pemeriksaan fisik, serta keterapilan mencatat rekam medis.
  4. Mengerti prinsip pengobatan, tata laksana penyakit, rehabilitasi, menghilangkan penderitaan dan kecacatan, dan menangani penderita yang meninggal.
  5. Berlatih keterampilan di dalam melakukan prosedur klinik dasar yang penting.
  6. Mengerti kelainan fisik maupun mental sebagai respon fisiologik terhadap proses fisik dan sosial yang normal.
  7. Mengerti faktor lingkungan dan social sebagai faktor penentu penyakit dan memperoleh apresiasi promosi kesehatan dan pencegahan penyakit.
  8. Mengertian pentingnya human relationships, baik personal maupun komunitas, dan pentingnya komunikasi dengan pasien, keluarga pasien, dan profesi lain yang terlibat di dalam penanganan pasien.
  9. Menyadari keterbatasan dokter sebagai seorang manusia dan berusaha mencari bantuan bila perlu.
  10. Menyadari tanggungjawab etis sebagai dokter di dalam menangani baik perawatan pasien individu maupun sekelompok pasier.
  11. Menyadari tanggung jawab legal profesi kedokteran.

 


 

SISTEM PENDIDIKAN PROFESI DOKTER

Mahasiswa yang telah dinyatakan lulus tahap pendidikan Sarjana Kedokteran selanjutnya dapat melanjutkan ke pendidikan tahap profesi dokter untuk akhirnya dapat lulus dengan gelar Dokter. Tahap pendidikan profesi dokter di PSPD UNJA berlangsung dalam dua tahap (lihat skema 1), yaitu:

  • Tahap Kepaniteraan Rotasi Klinik, dimana pembelajaran dilaksanakan pada 13 bagian ilmu di RS Pendidikan Utama, RS Pendidikan Affiliasi, RS Jejaring, maupun Puskesmas sebagai wahana pembelajarannya.
  • Tahap Kepaniteraan Komprehensif, dimana pembelajaran difokuskan pada aplikasi pelayanan primer dengan pendekatan keluarga, yang dilaksanakan di Puskesmas dalam kota dan pinggir Kota Jambi.

 

                               
   

LULUS SARJANA

KEDOKTERAN

 

 
   
 
   
     
 
 

Mengikuti Kepaniteraan Komprehensif

 

 

 
   
     
     

Pembekalan Kepaniteraan Komprehensif

Rotasi Tahap II

 

 
 
   

Yudisium Kepaniteraan Rotasi Klinik

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Skema 1. Tahap Pendidikan Profesi Dokter

 

 

LAMA STUDI TAHAP PENDIDIKAN PROFESI DOKTER

Lama studi tahap pendidikan profesi dokter berlangsung selama 95 minggu, yaitu 85 minggu pada pendidikan Kepaniteraan Rotasi Klinik dan 10 minggu pada pendidikan Kepaniteraan Komprehensif.

PELAKSANAAN KEPANITERAAN ROTASI KLINIK

Kepaniteraan Rotasi Klinik dilaksanakan di Rumah Sakit Daerah Raden Mattaher Jambi sebagai RS Pendidikan Utama, RS Jiwa Propinsi Jambi sebagai RS Affiliasi, dan Rumah Sakit Jejaring lainnya seperti RS Mohammad Hussein-Palembang. Kepaniteraan Rotasi Klinik dilaksanakan di 13 bagian ilmu yang terdiri dari empat bagian siklus besar (Ilmu Penyakit Bedah, Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan, Ilmu Penyakit Dalam dan Ilmu Kesehatan Anak)dansembilan bagian siklus kecil. (Mata, THT, Kulit dan Kelamin, Neurologi, Jiwa, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Anestesi, Forensik dan Radiologi). Lamanya kepaniteraan klinik di rotasi siklus besar yaitu sepuluh minggu, sedangkan lama kepaniteraan klinik pada rotasi siklus kecil yaitu lima minggu.

KEPANITERAAN ROTASI KLINIK

No

Bagian Ilmu

Kode

Mata Ajar

Lama Kepaniteraan

SKS

1.

Ilmu Penyakit Dalam

KKR 901

Kkr 902

 

10

5

2.

Ilmu Kesehatan Anak

KKR 902

KKR

10

5

3.

Ilmu Bedah

KKR 903

 

10

5

4.

Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan

KKR 904

 

10

5

5.

Ilmu Kesehatan Masyarakat

KKR 905

5

2,5

6.

Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin

KKR 906

5

2,5

7.

Ilmu Kesehatan Jiwa

KKR 907

5

2,5

8.

Ilmu Penyakit Syaraf

KKR 908

5

2,5

9.

IImuPenyakit Mata

KKR 909

5

2,5

10.

Ilmu Penyakit THT

KKR 910

5

2,5

11

Anestesi

KKR 911

5

2,5

12

Radiologi

KKR 912

5

2,5

13

Kedokteran Kehakiman

KKR 913

5

2,5

 

Total

 

85 minggu

42,5 SKS

 

 

Alur rotasi bagian ilmu dirumuskan oleh Unit Pendidikan Program Profesi Dokter (UP3D) berkoordinasi dengan Bakordik (Badan Koordinasi Pendidikan) di RSUD Raden Mattaher-Jambi, RS Jiwa Propinsi Jambi, Bagian Forensik RS Mohammad Hussein-Palembang, serta Dinas Kesehatan (Puskesmas) Kota Jambi sebagai wahana pembelajaran mahasiswa.

 

Metode pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran tahap kepaniteraan rotasi klinik adalah berupa Besside Teaching (BST), Clinical report session (CRS), Clinical Scientific Session (CSS), dan Temu Pakar (Meet the Expert). Dalam setiap kegiatan pembelajaran tersebut, mahasiswa dibimbing oleh minimal seorang preceptor klinik. Selain melaksanakan keempat aktifitas pembelajaran terstruktur tersebut, mahasiswa juga ikut serta secara aktif dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan terhadap pasien; seperti visite pasien di bangsal rawat inap, kegiatan jaga malam di IGD maupun bangsal rawat inap, pelayanan rawat jalan di poliklinik, hingga tata laksana intervensif di ruang tindakan/ruang operasi. Dalam keikutsertaan mahasiswa melakukan pelayanan kesehatan tersebut, mahasiswa senantiasa disupervisi oleh dokter yang bertanggung jawab terhadap pasien.Mahasiswa tidak diperbolehkan memberikan pelayanan kesehatan terhadap pasien tanpa supervisi dokter yang berwenang.

Penilaian kegiatan pembelajaran mahasiswa pada tahap kepaniteraan rotasi klinik dilaksanakan secara formatif dan sumatif; sesuai dengan kebijakan masing-masing bagian.Baik penilaian formatif maupun sumatif ditujukan untuk menilai tiga ranah kompetensi, yaitu kognitif, psikomotor, dan afektif. Instrumen yang digunakan untuk menilai tiga ranah kompetensi tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:

RANAH YANG DINILAI

INSTRUMEN PENILAIAN

KOGNITIF

  • Ujian Kasus Pasien (Patient Management Problem/PMP)
  • Ujian tertulis berbasis kasus/pasien

PSIKOMOTOR

  • Bukti kegiatan keterampilan klinik yang tercantum pada logbook, atau;
  • Pengamatan langsung prosedur klinik (Direct Observation Procedure Skills/DOPS/Mini-CEx), atau;
  • Objective Structured Clinical Examination (OSCE)

AFEKTIF

  • Pengamatan pembimbing selama proses kepaniteraan, atau;
  • Multi-source evaluation/360-degree evaluation

 

Penilaian hasil belajar dinyatakan dengan huruf A, B+, B, C+, C, D+, D, dan E yang masing-masing melalui nilai konversi bilangan 4,0, 3,5, 3,0, 2,5, 2,0, 1,5, 1,0 dan 0. Nilai A, B+, B, adalah nilai lulus, sedangkan nilai C+, C, D+, D, E adalah nilai gagal.Mahasiswa yang mendapatkan nilai D+, D, E wajib mengulang rotasi di bagian, sedang mahasiswa dengan nilai C+ dan C wajib memperbaiki nilai dengan terlebih dahulu mengikuti setengah waktu rotasi di bagian sebelum mengikuti ujian ulang.


 

PELAKSANAAN KEPANITERAAN KOMPREHENSIF

Sebagai lanjutan dari kegiatan kepaniteraan rotasi klinik maka mahasiswa akan menempuh kegiatan Kepaniteraan Klinik Komprehensif (2,5 sks) yang dilaksanakan dalam waktu sepuluh minggu dengan kode mata ajar KKR 121. Kepaniteraan Klinik Komprehensif diselenggarakan di puskesmas wilayah Kota Jambi. Pelaksanaan dilakukan lima minggu pada puskesmas perkotaan dan lima minggu pada puskesmas non perkotaan/pinggir kota. Adapun tujuan dari Kepaniteraan Klinik Komprehensif ini adalah agar mahasiswa mampu melakukan pendekatan secara holistik (pendekatan dokter keluarga) dalam menangani pasien di layanan primer/puskesmas.

Selama Kepaniteraan Klinik Komprehensif,mahasiswa dibimbing setiap hari oleh preseptor dari dokter puskesmas dan dosen Institusi Pendidikan Kedokteran UNJA yang telah ditentukan. Setiap hari mahasiswa melakukan kegiatan rutin atau program Puskesmas. Selain mengikuti pelayanan Puskesmas, mahasiswa juga perlu merumuskan manajemen pasien berdasarkan daftar keluhan/penyakit yang telah ditentukan dengan pendekatan keluarga.Manajemen pasien selanjutnya didiskusikan bersama preceptor minimal satu kali seminggu. Mahasiswa juga ditugaskan untuk menatalaksana secara komprehensif keluhan/penyakit pasien dalam bentuk kegiatan ‘keluarga binaan’ selama lima minggu dengan bimbingan preceptor.

Penilaian pembelajaran Kepaniteraan Klinik Komprehensif juga dilaksanakan melalui evaluasi formatif dan sumatif. Penilaian meliputi tiga ranah kompetensi, yaitu kognitif, psikomotor, dan afektif dilaksanakan  oleh preceptor Puskesmas dan preceptor UNJA dengan instrument penilaian diantaranya sebagai berikut:

 

RANAH YANG DINILAI

INSTRUMEN PENILAIAN

KOGNITIF

  • Diskusi kasus manajemen pasien
  • Diskusi kasus keluarga binaan

PSIKOMOTOR

  • Bukti kegiatan keterampilan klinik yang tercantum pada logbook, atau;
  • Pengamatan langsung prosedur klinik (Direct Observation Procedure Skills/DOPS)

AFEKTIF

  • Pengamatan pembimbing selama proses kepaniteraan, atau;
  • Multi-source evaluation/360-degree evaluation

 

Penilaian hasil belajar dinyatakan dengan huruf A, B+, B, C+, C, D+, D, dan E yang masing-masing melalui nilai konversi bilangan 4,0, 3,5, 3,0, 2,5, 2,0, 1,5, 1,0 dan 0. Nilai A, B+, B, C+, C, adalah nilai lulus, sedangkan nilai D+, D, E adalah nilai gagal. Mahasiswa yang mendapatkan nilai D+, D, E wajib mengulang kepaniteraan komprehensif, sedang mahasiswa dengan nilai C+ dan C diperbolehkan memperbaiki nilai dengan terlebih dahulu mengikuti setengah waktu kepaniteraan di Puskesmas sebelum mengikuti ujian ulang.

KELULUSAN PENDIDIKAN PROFESI DOKTER

Setelah mahasiswa menyelesaikan keseluruhan pembelajaran Kepaniteraan Rotasi Klinik dan Kepaniteraan Komprehensif dengan total lama kepaniteraan 95 minggu dan beban studi 45 sks, kelulusan pendidikan tahap profesi akan disampaikan pada acara yudisium pendidikan profesi dokter. Mahasiswa yang telah diyudisium selanjutnya akan dilantik sebagai dokter melalui proses Wisuda di tingkat Universitas Jambi.

(c)2013. FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN Jl. Letjen Soeprapto No. 33 Telanai Pura Jambi Telp/fax 0741 60246 web: fkik.unja.ac.id Email: fk@unja.ac.id
By: Joomla Free Templates