Profil

Depan
Fakultas
Pascasarjana
UPT. Komputer
Perpustakaan
Pusat Layanan Jaringan
Lembaga Penelitian
LPM

Pengunjung

Saat ini ada 11 tamu-tamu online
Jumlah pengunjung sejak 01 Januari 2007 : 3716640 orang

Download

Berikut ini dapat di unduh Format Usulan Penelitian Kelompok untuk Dosen Universitas Jambi

Baca lebih lanjut...
 

Info Lelang


HEALTH PROFESSIONAL EDUCATION QUALITY (HPEQ) PROJECT


Computer and Multimedia Equipment, Furniture dan Laboratory equipment
Program Studi Pendidikan Dokter/UNJA/Component 3/ HPEQ Project
IBRD Loan No. 7737-ID

Baca lebih lanjut...
 

HEALTH PROFESSIONAL EDUCATION QUALITY (HPEQ) PROJECT


Computer and Multimedia Equipment, Furniture dan Laboratory equipment
Program Studi Pendidikan Dokter/UNJA/Component 3/ HPEQ Project
IBRD Loan No. 7737-ID

Baca lebih lanjut...
 
PENGUMUMAN PRAKUALIFIKASI
Nomor  : 22 /UN21/ULPBJ-UNJA/POKJA/2013

Pokja Pengadaan  Jasa Konsultansi Manajemen Konstruksi Pembangun Gedung Rumah Sakit Pendidikan Pada Uninversitas Jambi Tahun Anggaran 2013 (Lanjutan Tahap III). ULP Universitas Jambi akan melaksanakan Perseleksian Umum dengan Prakualifikasi untuk paket pekerjaan Konsultansi Jasa Manajemen Konstruksi sumber dana APBN Tahun Anggaran 2013 untuk paket pekerjaan sebagai berikut:
Download pengumuman
Baca lebih lanjut...
 

Depan
Memaknai Dies Natalis Unja Ke-47 Sebagai Renungan Visi Misi

Drs. H.Ardinal, M.Si

Dalam tahun 2010 ini, ada sesuatu yang patut untuk dikenang dalam historis perjalanan Universitas Jambi sebagai Perguruan Tinggi yang tertua dan terbesar di wilayah Provinsi Jambi. Pertama, bahwa  diawal kuartal pertama ini tepatnya pada bulan April 2010 Unja telah berusia genap 47 tahun. Secara kuantitatif makna angka 4 dan 7 ditambahkan menjadi angka 11 sebagai plat mobil dinas rektor. Sedangkan upacara wisuda yang ke-55 dengan angka 5 dan 5 menjadi angka 10 berarti tahun 2010. Kedua, bagi Rektor (H.Kemas Arsyad Somad SH, MH) angka 47 merupakan tahun kelahiran beliau (12 April 1947) berarti ulang tahun rektor dengan Dies Natalis Unja boleh dikatakan barengan, mudah-mudahan dengan Dies Natalis Unja yang ke-47 ini memberikan berkah dan rahmat bagi warga sivitas akademikanya. Ketiga, pada upacara Dies Natalis dan upacara wisuda 24 April tahun 2010 ini akan dilakukan wisuda perdana bagi lulusan program studi pendidikan dokter sebanyak 27 orang, dengan gelar Sarjana Kedokteran (S.Ked).

Usia yang ke-47  mendekati setengah abad yang sekaligus  akan menyelenggarakan upacara wisuda yang ke-55 bagi lulusan program Diploma, Sarjana dan Program Magister (S2) Pascasarjana Unja sebanyak 1.472 orang wisudawan/wati , sekali lagi ternyata angka 47 terletak ditengah jumlah lulusan. Itulah salah satu keistemewaan makna angka  ke-47 tersebut. Selain itu dalam periode ini pula telah ditetapkan pelaksanaan wisuda menjadi 3 kali, yaitu 24 April, 10 Agustus dan sekitar akhir Desember 2010, yang baru pertama kali dilakukan dalam sejarah Universitas Jambi.

Uraian diatas hanya sekedar untuk yang ringan sebagai ilustrasi makna angka Dies Natalis Unja ke-47. Akan tetapi dalam membangun bagaimana Unja kedepan tentulah kita melihat program-programnya. Pengembangan Universitas Jambi kedepan selalu bertujuan untuk melakukan peningkatan kualitas yang berkelanjutan antara lain menyangkut penyediaan berbagai sumberdaya manusia (dosen dan pegawai), pengaturan proses pemanfaatan sumberdaya fasilitas akademik dan non akademik serta perbaikan suasana akademik yang kondusif untuk menghasilkan lulusan yang bermutu dan berdaya saing.

Sejak didirikan pada tahun 1963, Universitas Jambi telah mengalami berbagai dinamika dalam perjalanannya, meskipun sudah menuju arah yang tepat. Namun belum mengoptimalkan dalam sasaran. Saat ini kami sedang mempersiapkan pemantapan dan percepatan prioritas program-program pengembangan pendidikan tinggi di Unja dalam rangka menuju Good University Governance dengan berlandaskan kepada 3 (tiga) isu utama pembangunan pendidikan, yakni : Pemerataan dan perluasan akses pendidikan mutu, relevansi dan daya saing pendidikan tata kelola, akuntabilitas dan pencitraan publik.

Dengan komitmen penuh, segenap pimpinan Unja  sejak tahun 2009 talah mencanangkan komitmen tentang mutu. Program peningkatan mutu ini telah diimplementasikan pada Program Hibah Kompetisi tema A yang fokus pada perbaikan manajemen mutu, tahun 2010 merupakan tahun pengimplementasian Jaminan Mutu menuju Good University Governance. Dengan demikian ada baiknya kalau tema Dies Natalis ke-47 ini adalah “ Membangun Universitas Jambi yang Mandiri dan Bermutu”. Mandiri disini berarti  Universitas Jambi yang mempunyai daya otonomi, dimana Unja dalam tahun 2010  telah diprioritaskan menjadi Badan Hukum Pendidikan (BHP). Bermutu adalah bahwa segenap warga sivitas akademikanya  siap bekerja dan berprestasi dengan menggunakan standar mutu. Secara prespektif berarti Unja dengan manajemen tata kelola yang disertai potensi yang dimiliki serta tata nilai budaya kearifan lokal akan menjadi berarti dalam ikut menentukan  meningkatkan daya saing bangsa.
Kesadaran akan peran dalam membangun Unja yang mandiri dan maju menjadi pusat pengembangan ilmu, teknologi, dan seni yang unggul.  Dengan berlandaskan pada nilai-nilai luhur. Sebagaimana tertuang dalam visi dan misi Unja ini telah dijabarkan dalam tiga pilar misi di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Pada tahun 2025 Unja akan menjadi perguruan tinggi bermutu dengan berbagai pusat unggulan, sehingga mampu berkompetisi secara nasional dan internasional.

Program unggulan di bidang pendidikan dan pengajaran, programnya diawali dengan menawarkan portofolio yang beragam dari berbagai disiplin ilmu, baik profesional maupun akademik di bidang pertanian, peternakan, ekonomi, hukum, kependidikan dan kedokteran pada berbagai program studi yang terakreditasi untuk memenuhi tuntutan dan kebutuhan akan pendidikan tinggi bagi para lulusan sekolah menengah, tenaga profesional dan masyarakat umum.

Keunggulan bidang pendidikan dan pengajaran dapat diukur dari jumlah staf akademik berkualifikasi S3, jumlah program studi dengan predikat akreditasi A, lama masa studi mahasiswa, lama masa tunggu alumni, kesesuaian bidang pekerjaan dengan latar belakang akademik alumni. Unggul di bidang penelitian. Unja melaksanakan berbagai aktifitas penelitian unggulan, terutama sekali melalui pusat-pusat penelitiannya yang mengkaji berbagai isu lokal maupun regional, baik di bidang pertanian, peternakan, ekonomi, hukum, kependidikan, maupun kesehatan dan kedokteran. Keunggulan bidang penelitian dapat diukur dari kemampuan staf akademik mendapatkan hibah penelitian yang bersifat kompetitif, jumlah publikasi di jurnal nasional terakreditasi dan internasional bereputasi, partisipasi aktif staf akademik di dalam pertemuan ilmiah berskala nasional dan internasional, dan jumlah HKI yang dihasilkan.

Unggul di bidang pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Unja membangun kerjasama yang bersinambung dengan pemerintah daerah dan masyarakat umum, dan dengan berbagai organisasi dan pengusaha lokal maupun nasional dalam rangka pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Keunggulan di bidang pengabdian dan pemberdayaan masyarakat dapat dilihat dari jumlah hasil-hasil pengembangan IPTEK dan kewirausahaan yang diaplikasikan dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam upaya mencapai program unggulan tersebut, diperlukan adaya program peningkatan kualitas dan pengembangan dosen terutama dilihat dari komposisi kualifikasi dan sebarannya di masing-masing program studi. Upaya yang harus terus dilakukan adalah mendorong dan memberi kesempatan seluas mungkin bagi dosen untuk melanjutkan studi sekaligus memperbaiki pola rekruitmen dosen dengan memperhatikan kompetensinya, kualifikasi lain seperti IP Kumulatif yang dipunyai dan kemampuan Bahasa Inggris.

Sejalan dengan hal seperti di atas, sudah barang tentu perlu ditingkatkan fungsi pembelajaran, mutu dosen, pelaksanaan perkuliahan dan pengembangan pustaka. Upaya yang dilakukan adalah dengan memberikan kesempatan kepada dosen antara lain untuk mengikuti PEKERTI dan AA (Applied Aproach). Pemantauan yang berkesinambungan terhadap proses perkuliahan dan peningkatan pendayagunaan pustaka, sarana dan prasarana lainnya. Dengan demikian diharapkan akan tercapai peningkatan efesiensi, produktifitas dan efektivitas proses pembelajaran serta kepastian dan kejelasan tentang kemampuan lulusan. Guna menopang implementasi rencana-rencana diatas, Universitas Jambi memerlukan pembenahan manajemennya secara terus menerus agar kreativitas dan produktivitas sivitas akademikanya serasi dengan tujuan kelembagaan.

Hal ini akan berjalan baik apabila unsur pelaksanaan administratif dan penunjangnya di semua level di isi oleh ahli manajemen perguruan tinggi dan tenaga administrasi yang cakap. Jalan yang harus ditempuh yaitu dengan mendorong dan memberi kesempatan yang seluas-luasnya bagi tenaga administratif untuk melanjutkan studi dan mengambil pendidikan kedinasan dan akhirnya dapat diterapkan manajemen mutu terpadu. Selain adanya manajemen perguruan tinggi yang kian mantap perlu dilakukan rangkaian rencana peningkatan kualitas berkelanjutan. Untuk itu diperlukan pembinaan suasana akademik secara berkesinambungan dengan meningkatkan diskusi, seminar, lokakarya, penelitian baik yang mono disiplin maupun multi disiplin. Hal ini akan memberikan hasil berupa penghargaan ilmiah kepada sivitas akademikanya.

             Disamping hal tersebut diatas, kedepan Universitas  Jambi pelu melakukan apa yang disebut aktualisasi asas otonomi yakni yang dimulai dengan fungsionalisasi badan normatif, dimana senat perguruan tinggi akan lebih berperan dalam merumuskan langkah-langkah terobosan yang inovatif dan strategis untuk pengembangan. Diharapkan kegiatan senat dapat memberikan pengaruh sinergik terhadap pengelolaan kinerja universitas ini. Cara yang perlu ditempuh ialah dengan menyiapkan pedoman kerja dan tata tertib senat itu sendiri dan penyelenggaraan rapat senat secara berkala baik pada tingkat universitas maupun fakultas. Memberikan prioritas pada dosen muda potensial untuk dapat menjadi wakil fakultas dalam keanggotaan senat universitas untuk meningkatkan dinamika dan saling transfer pengalaman.

Selanjutnya diperlukan pengembangan mekanisme pengelolaan dosen dengan memberi kewenangan dan otonomi yang lebih luas pada jurusan, yakni menyangkut pola seleksi, penerimaan dan pendayagunaannya, beban kerja, pemantauan pelaksanaan tugas, serta penghargaan berdasarkan kualitas kerja. Hal ini akan dicapai melalui pengembangan pola rekruitmen yang baru dan diiringi dengan pembagian beban kerja secara lebih baik diantara dosen sesuai dengan kualifikasi dan kompetensi masing-masing dosen yang bersangkutan.

Hal lain yang menjadi perhatian kita bersama kedepan ialah untuk meningkatkan rasa tanggung jawab dari pengelola universitas ini dan seluruh sivitas akademika dalam hal kesesuaian antara tujuan yang menyangkut moral dan etika yang dianut. Pola kegiatan sivitas akademika serta hasil yang dicapai, dipertanggungjawabkan sehingga dapat dilakukan pemantapan sumberdaya, aktualitas asas otonomi dan kebebasan akademik dan kesadaran sivitas akademika untuk bertingkah laku yang tidak mengganggu pelaksanaan kegiatan fungsional, khususnya tri dharma perguruan tinggi.

Beroperasinya secara penuh sistem informasi manajemen akan dapat mendukung aktualisasi otonomi keilmuan dan kebebasan akademik. Untuk itu, perlu disiapkan perangkat peraturan tentang jaminan aktualisasi otonomi keilmuan dan kebebasan akademik bagi sivitas akademika di satu pihak, dengan tidak mengabaikan tanggung jawabnya terhadap dampak yang akan terjadi akibat pelaksanaan kegiatan fungsionalnya di lain pihak. Diharapkan akan berkembang rasa aman dan meningkat pula sikap tanggung jawab sivitas akademika dalam melakukan kegiatan fungsionalnya.

Sejalan dengan itu, perlu pula peningkatan akuntabilitas mengenai kualitas pelaksanaan kegiatan fungsional. Cara yang dapat ditempuh ialah dengan menyesuaikan kegiatan fungsional yang dilakukan agar selalu dapat merespon kebutuhan masyarakat pengguna atau alumni yang akan dihasilkan.

Selanjutnya sivitas akademika dan pengelola seyogianya selalu memberi dukungan terhadap pelaksanaan akreditasi, karena kecuali akan menjadi pedoman tindak lanjut bagi pemerintah, penilaian BAN itu sendiri penting sebagai acuan dalam melakukan pembinaan menuju peningkatan kualitas. Suatu perguruan tinggi perlu menyiapkan diri sesuai dengan standar penilaian yang telah  ditetapkan BAN, menyediakan data, informasi dan laporan evaluasi diri semua program studi yang ada yang senantiasa perlu diperbaharui. Untuk mendapatkan kemajuan yang merupakan suatu perubahan berencana, maka evaluasi merupakan titik tolak dari semua kemajuan tersebut. Hasil evaluasi merupakan modal dasar yang sangat penting dalam pengambilan keputusan untuk kelangsungan Universitas Jambi ini.

Hal yang perlu dilakukan ialah meningkatkan kemampuan dosen dalam evaluasi hasil pembelajaran, yakni dengan selalu membuka kesempatan bagi peningkatan kemampuan dasar yang meliputi kemampuan subyek, kemampuan kurikulum dan kemampuan pedagogik. Melalui ini diharapkan akan diperoleh hasil dan proses pembelajaran yang dapat mendukung upaya kualitas hasil belajar yang berkelanjutan.

Terkait dengan itu direncanakan peningkatan kemampuan dalam evaluasi diri secara kelembagaan yang dilakukan secara berkala dan teratur dengan mensosialisasikan dan menerapkan kebiasaan evaluasi diri pada setiap unit kerja yang ada yang dilakukan secara berkala dan teratur. Selain itu, dibuka pula kesempatan untuk melihat perguruan tinggi lain dalam rangka memperoleh masukan yang dibutuhkan dalam melakukan evaluasi diri berupa indikator masukan berupa jumlah mahasiswa yang melamar, diterima, mendaftar, jumlah kualifikasi dosen, rasio mahasiswa dosen, luas ruangan, indikator proses pembelajaran dan indikator keluaran, jumlah mahasiswa lulus, IPK kelulusan, lama studi. Jumlah unit yang melakukan penelitian dan pengabdian pada masyarakat, jumlah publikasi dan jumlah paten dan HAKI lain.

Sehubungan dengan itu, diperlukan peningkatan dalam hal masa penyelesaian studi yang terkait dengan produktifitas dan angka efisiensi edukasi (AEE) serta perimbangan populasi mahasiswa dalam kelompok bidang studi dan jalur pendidikan dengan kebutuhan pembangunan. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesepadanan antara keahlian dan kemampuan kerja dengan tuntutan dunia kerja menghadapi globalisasi.

Menyangkut penyelesaian tepat waktu, produktivitas dan AEE upaya yang harus dilakukan adalah peningkatan disiplin sivitas akademika dan staf administrasi. Suatu hal yang masih sulit dan enggan untuk dilakukan ialah mekanisme reward dan sanksi secara tegas. Pemberian reward bagi yang memperlihatkan kesungguhan dan sanksi bagi yang tidak mengindahkan disiplin akan memacu sivitas akademika untuk melakukan tindakan yang terbaik dalam menjalankan tugas-tugasnya, sebaliknya ketidak adanya reward dan keberanian memberikan sanksi akan mempengaruhi kinerja kita semua.

Peningkatan kesepadanan dan keterkaitan dengan tuntutan dunia kerja dan globalisasi diantisipasi dengan membuka dan melakukan komunikasi yang seluas-luasnya dan intensif secara terus menerus dengan dunia usaha, para alumni, pemerintah, asosiasi profesi dan pengguna. Selain itu, sudah merupakan keharusan dan mungkin sudah sangat mutlak agar para lulusan dapat berkomunikasi secara lebih luas melalui peningkatan kemampuan berbahasa Inggris dan kemampuan dalam kecakapan teknis profesional. Dengan demikian, dalam era pasar bebas lulusan dapat bersaing ditingkat global, persyaratan TOEFL bagi lulusan yang dicanangkan universitas ini perlu dukungan kita bersama.

Disamping itu, peningkatan produktivitas dan kualitas penelitian yang bersifat menunjang pembangunan dan secara langsung menjawab persoalan-persoalan yang muncul dalam perubahan lingkungan yang dinamis sudah harus dilakukan tanpa menunggu lebih lama lagi. Dalam implementasi rencana-rencana peningkatan penelitian tersebut diupayakan agar dikaitkan dengan pengisian atau realisasi kerjasama-kerjasama (MoU) dengan institusi lain baik dalam maupun luar negeri.

Pengisian kerjasama-kerjasama ini yang dilakukan dapat dibagi dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat dan pembinaan kemahasiswaan. Pengisian kerjasama dalam bidang pendidikan misalnya dalam bentuk pemberian insentif dan kesempatan yang luas bagi dosen untuk melanjutkan studi, dengan melakukan prioritas terutama bagi program-program studi yang proporsi kualifikasi dosennya relatif masih jauh dari ideal.

Pada bidang penelitian perlu dilakukan peningkatan produk riset yang jumlah dan kualitasnya relevan dengan kebutuhan dunia industri dan pembangunan berkelanjutan di kawasan dimana perguruan tinggi tersebut berada. Buah dari penelitian itu akan sejalan dengan usaha untuk mengintensifkan diseminasi dan publikasi ilmiah yang merupakan tolok ukur kemajuan universitas kita ini. Pada bidang pengabdian pada masyarakat perlu dilakukan peningkatan penyebarluasan penerapan IPTEK tepat guna, bagi membantu pengembangan perekonomian rakyat, serta pengembangan pemberian jasa profesional dalam berbagai bidang yang sesuai dengan dinamika sosial-ekonomi di sekeliling, misalnya pada desa sekitar.

Untuk mencapai rencana-rencana diatas, tentu saja tidak akan terlepas dari peningkatan sarana dan prasarana perpustakaan dan laboratorium riset, bukan lagi laboratorium pembelajaran serta dosen dan unsur penunjang lainnya. Peningkatan sarana dan prasarana perpustakaan dan laboratorium ini terutama dalam pengadaan koleksi buku, penyediaan alat-alat laboratorium dan pembukaan jaringan informasi yang lebih canggih, misalnya fasilitas sambungan internet sudah merupakan suatu keharusan.

Peningkatan mutu pendidikan melalui pengadaan peralatan dan materi pendidikan saja (kurikulum, alat, buku dan prosedur) yang selama ini telah kita upayakan tidak cukup untuk menghadapi tuntutan modernisasi bangsa, karena masih diperlukan para pelaksana dan pengelola pendidikan untuk secara kreatif menciptakan sistem dan pendekatan yang inovatif dalam memanfaatkan sarana pendidikan tersebut secara optimal dalam proses belajar mengajar sehari-hari.

Tolok ukur yang diperlukan untuk menguji optimalisasi pengelolaan tersebut adalah tingkat ketercapaian kemampuan minimal (minimum competency) bagi peserta didik pada akhir masa pendidikan sebagai hasil dari proses belajar mengajar yang dikelola secara baik. Pada era persaingan global dan demokratisasi pendidikan, standar kemampuan minimal yang diharapkan tidak hanya berskala lokal, lebih dari itu prosedur dan pengelolaan teknis pendidikan untuk mencapai kemampuan minimal tersebut secara profesional.

Laju pengembangan yang makin pesat dan masalah yang makin kompleks, menuntut kita semua untuk bekerja lebih keras dan cermat karena sumber dana yang dipunyai masih terbatas. Di sisi lain kesejahteraan masyarakat yang makin meningkat menuntut pelayanan yang masih meningkat pula. Oleh karena itu, kita sebagai aparat pengelola pendidikan berkewajiban untuk semakin meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat secara efektif dan efisien.

Disadari betapa kompleksnya tantangan kedepannya direnungkan dan diwujudkan, mudah-mudahan kita segenap warga sivitas akademika Unja dapat saling bahu membahu, duduk bersama untuk mencapai tujuan bersama dan menempatkan kepentingan Unja diatas kepentingan pribadi atau unit kerja sendiri. Semoga Unja Semakin Sukses (Bravo Unja, Hidup Unja, Unja Jaya).

 

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
Larger FontSmaller Font

Pengumuman

"Rekonstruksi Budaya Melayu Menuju Industri Kreatif Di Tengah Arus Globalisasi"

Masalah di Indonesia yang paling utama adalah bagaimana memecahkan permasalahan kelunturan budaya, khususnya budaya melayu agar tumbuh dan berkembang menjadi melayu modern yang berbudaya, di antaranya, dimulai dengan mendata dan merekonstruksi eksistensi budaya melayu dalam percaturan budaya nasional, regional bahkan internasional, kemudian menyediakan dasar serta infrastruktur perkembangan budaya melayu maupun surprastruktur (aturan
hukum, pengorganisasian dan kualitas sumber daya manusia), mendukung tumbuhnya budaya melayu yang dapat berkembang menjadi model dan trend sekaligus menjadi sumber inspirasi bagi industri yang kreatif. Sebagai sebuah negara yang kaya akan nilai-nilai budaya serta sumber daya alam, dan memiliki kawasan regional yang terbentang luas, sudah seharusnya bangsa Indonesia memiliki hasil produk budaya yang berkualitas.

Dalam  rangka  tujuan  tersebut,  Lembaga Penelitian Universitas Jambi bekerja sama dengan Fakultas  Ilmu Budaya Universitas Jambi merasa berkewajiban untuk mencari solusi alternatif dalam bentuk Seminar Nasional dengan tema “REKONSTRUKSI BUDAYA MELAYU MENUJU INDUSTRI KREATIF DI TENGAH ARUS GLOBALISASI”

Unduh :     Brosur      I       Formulir Pendaftaran

Baca lebih lanjut...
 
PENGUMUMAN
Nomor : 189/UN21.8.2/KM/2014

Diberitahukan kepada mahasiswa penerima BEASISWA BIDIKMISI jalur SNMPTN tahun angkatan 2014 yang telah daftar ulang (registrasi) supaya melengkapi bahan/berkas sbb:

selanjutnya...
Baca lebih lanjut...
 
Diberitahukan kepada Calon Mahasiswa Baru Universitas Jambi yang diterima Melalui JALUR SNMPTN tahun 2014, agar dapat hadir pada

tanggal 17JUNI 2014 PUKUL 08.00 - 15.00 WIB

di Bagian Akademik dan Kerjasama Biro Akademik dan Kemahasiswaan (BAK) Universitas Jambi - Kampus Pinang Masak Jl. Raya Jambi - Muara Bulian KM. 15 Mendalo Darat. dengan membawa persyaratan sbb : baca     I     download info     I       download isian biodata

Baca lebih lanjut...
 
International Conference on Education, Technology and Sciences
Sample Image
Baca lebih lanjut...