Profil

Depan
Fakultas
Pascasarjana
UPT. Komputer
Perpustakaan
Pusat Layanan Jaringan
Lembaga Penelitian
LPM

Pengunjung

Saat ini ada 2 tamu-tamu online
Jumlah pengunjung sejak 01 Januari 2007 : 3506053 orang

Download

Berikut ini dapat di unduh Format Usulan Penelitian Kelompok untuk Dosen Universitas Jambi

Baca lebih lanjut...
 

Info Lelang


HEALTH PROFESSIONAL EDUCATION QUALITY (HPEQ) PROJECT


Computer and Multimedia Equipment, Furniture dan Laboratory equipment
Program Studi Pendidikan Dokter/UNJA/Component 3/ HPEQ Project
IBRD Loan No. 7737-ID

Baca lebih lanjut...
 

HEALTH PROFESSIONAL EDUCATION QUALITY (HPEQ) PROJECT


Computer and Multimedia Equipment, Furniture dan Laboratory equipment
Program Studi Pendidikan Dokter/UNJA/Component 3/ HPEQ Project
IBRD Loan No. 7737-ID

Baca lebih lanjut...
 
PENGUMUMAN PRAKUALIFIKASI
Nomor  : 22 /UN21/ULPBJ-UNJA/POKJA/2013

Pokja Pengadaan  Jasa Konsultansi Manajemen Konstruksi Pembangun Gedung Rumah Sakit Pendidikan Pada Uninversitas Jambi Tahun Anggaran 2013 (Lanjutan Tahap III). ULP Universitas Jambi akan melaksanakan Perseleksian Umum dengan Prakualifikasi untuk paket pekerjaan Konsultansi Jasa Manajemen Konstruksi sumber dana APBN Tahun Anggaran 2013 untuk paket pekerjaan sebagai berikut:
Download pengumuman
Baca lebih lanjut...
 

Depan
Anak Sang Kyai, Aktivis Organisasi Kembali Pimpin Universitas Jambi

Malam itu pada tanggal 12 April 1947, warga Kampung Tanjung Pasir Kecamatan Danau Teluk Kota Jambi dikejutkan dengan suara tangis bayi laki-laki yang memecah keheningan malam, malam itu lahirlah seorang bayi laki-laki dari rahim seorang ibu, Hj. Kaltum. Bayi laki-laki tersebut tak lain adalah Kemas Arsyad Somad calon pemimpin yang akan ikut memperjuangkan nasib Provinsi Jambi dimasa depan menuju arah yang lebih maju.

Masa kecil yang penuh kesederhanaan dilalui Pak Udo begitu ia biasa dipanggil dilingkungan keluarga. Putra bungsu dari K.H. Kemas Abdul Somad ini menjejaki sejarah masa kecilnya bersama percik Sungai Batanghari, aliran sungai yang terpanjang di Sumatera, bersatu dengan alam membuat ia belajar apa itu hidup, kegiatan menangkap ikan disungai Batanghari dengan menggukanan tangkul, pukat, jalo, luka (Alat penangkap ikan-Red) memberi arti tersendiri bagi Kemas, dari sanalah ia mulai merasa nyali kesejatian laki-lakinya tengah diuji tak kala ia harus berjuang untuk dapat menangkap ikan ditengan-tengah derasnya arus sungai Batanghari bahkan jika `Luka itu Kenyot` (Alat untuk menangkap ikan itu rusak-Red) ia harus berusaha untuk dapat segera memperbaikinya. Dari situlah Kemas tumbuh menjadi seorang pemuda kritis disamping ia adalah anak seorang kyai atau ulama yang diwarisi nilai-nilai dan tradisi kyai dari ayah Abdul Somad yang merupakan 24 kyai yang paling berpengaruh di Indonesia yang diundang dan hadir pada Konfrensi Ulama Indonesia Maret 1954 yang mengangkat Presiden Sukarno sebagai Walyyul amri ad-daruri bisy-syaukah pada era kabinet PM Ali Sastroamindjojo I.


Jiwa organisasi yang menurun dari sang ayah semakin terasah selama aktif di KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia), senat mahasiswa Universits Jambi, dewan mahasiswa dan PMII ( Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) yang kesekretariatannya terletak di samping eks-bioskop Mega. Sarjana Muda Hukum diraihnya pada tahun 1971 di Unja.

Pada tahun yang sama, Kemas Arsyad Somad mengambil keputusan yang berani dan mengejutkan keluarga dan para kaum aktivis organisasi, berangkat ke Singapura dan Malaysia kemudian melanjutkan pergi ke tanah suci Mekkah.

Kemas Arsyad Somad menjadi dosen dan advokad dengan mendirikan LBH (Lembaga Bantuan Hukum ). LBH yang dikelola itu memberikan layanan yang amat berbeda dengan Lembaga Bantuan Hukum lainya yaitu memberi bantuan hukum secara gratis bagi kaum dhuafa atau masyarakat miskin. LBH yang mendapat respon dan apresiasi positif dari masyarakat Jambi itu berkantor dikawasan Mesjid Raya Pasar. Tahun 1974 Kemas melanjutkan studinya  di Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya Palembang dan menamatkan Sarjana Hukumnya tahun 1975.

Tak lama setelah meraih gelar Sarjana Hukum, tepatnya tahun 1976, Kemas Arsyad menyatukan cintanya dengan Sutrisyah, teman kuliah sesama asisten dosen Z. Ansori Ahmad, pernikahan kemas dikaruniai 5 orang anak : Alfarabi. S.H,M.H Alfarizi. SE, Alfajri, Alfansuri dan Alfauzan , Anak bungsunya saat ini sedang menuntut ilmu di Al-Azhar Kairo Mesir.


Tempaan organisasi yang telah digelutinya secara mendarah daging menjadi basis pada peta karier profesi, akademik, dan politik, seperti sebagai advokat elegan, dosen, Pembantu Dekan III Fakultas Hukum Unja, Kepala Bapel KKN, Pembantu Rektor III Unbari, IKA UNSRI, PERHUKI, PERSAHI, dan Ketua Biro Pemuda Golongan Karya. Di usianya yang relatif muda 35 tahun, Kemas mengikuti jejak ayahnya sebagai anggota DPRD Provinsi Jambi (1982-1997) dan pada periode kedua menjabat sebagai ketua Fraksi Karya Pembangunan (FKP). Kiprah politiknya dilembaga legislatif dikenal lurus dan kritis. Dan kedudukannya di dewan membuat ketua ISNU (Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama) ini membina hubungan akrab dengan beberapa tokoh daerah seperti Supomo, Mohd. Syukur, Bachtiar, Chatib Quzwain, Ismail Fahmi, dan banyak lagi tokoh-tokoh pergerakan lainnya.

Kembali ke mimbar akademik Kampus Pinang Masak, kakek dari 4 orang cucu yang memiliki falsafah hidup `Mudahkan jangan dipersulit, senangkan orang jangan disusahkan` ini merintis karier akademisi dari awal dengan menjadi ketua jurusan hukum acara, anggota senat fakultas dan mendirikan FPLHD (Forum Peduli Lingkungan Hidup Daerah). Tahun 1998 namanya sempat disebut-sebut sebagai calon Walikota Jambi, pada masa transisi era reformasi. Hampir setiap hari namanya selalu muncul sebagai pengamat politik, sosial budaya, hukum, dan kemasyarakatan di media lokal. Berbagai pendapatnya yang cerdas dan bernas kadang kala menimbulkan pro dan kontra sehingga sesekali bersebrangan dengan beberapa pihak. Tapi, tak sedikit pula yang mengagumi keberanian dan keyakinan pendapatnya.
Ketua Majelis Pakar PWNU Jambi ini juga akrab sebagai narasumber pada berbagai diskusi publik dan seminar. Di tahun 2000 Ketua Parlementer Watch ini dipercaya sebagai staf ahli Pemkesra Gubernur Jambi, H. Zulkifli Nurdin. Perjalanan berikutnya mencatatkan Sang Ketua Yayasan Nurul Islam dan sebagai ketua PGRI Jambi itu juga menjadi Pembantu Rektor III Unja. Semasa mengemban amanat sebagai kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Kemas Arsyad Somad yang kini memegang tampuk kepemimpinan Pelti Jambi ini memahatkan gagasan cerdasnya dalam bidang pendidikan dengan menggulirkan program kelas unggul.

Tahun 2003, ia terpilih sebagai rektor ke lima Universitas Jambi untuk periode lima tahun ke depan (sampai 2007). Konflik internal berkepanjangan di tubuh Kampus Siginjai ini mampu dinetralisir. Selama kepemimpinannya, Unja menambah Fakultas Kedokteran, Program Pascasarjana, dan beberapa program studi lainnya seperti Porkes. Pada wisuda pascasarjana dan sarjana UNJA bulan April 2007 lalu dihadapan tamu kehormatan Prof. Dr. H. M. Amien Rais. Untuk tahun 2008 ini mendatangkan Sri Sultan Hamengkubuwono X, sang rektor bertekad akan mengupayakan penambahan 3 fakultas lagi, yakni fakultas ilmu pemerintahan, kehutanan dan perikanan kalautan; membangun 2 gedung asrama mahasiswa berlantai 5 dikampus UNJA Mendalo, mengembangkan penelitian, dan memperhatikan kesejahteraan dosen dan pegawai. Ia senantiasa mengurai masalah secara rasional, objektif dan argumentative. Kedekatannya dengan semua kalangan, Kemas yang cakap berpidato, terampil berdebat, dan kecintaannya pada berolahraga yang signifikan, membentuk karakter dirinya yang memahami dan mandalami seni berkompetisi, kalah dan menang adalah hal biasa, menjunjung tinggi sportifitas, mengakui kekurangan diri dan kelebihan orang lain. Baginya tiada suatu prestasi tanpa adanya sinergitas antara doa dan perjuangan yang sungguh-sungguh. Tepatnya, akhir tahun 2007 yang lalu, anak sang kyai yang berbesanan dengan Madjid Muaz (Bupati Tebo) dan Chalik Saleh (Sekda Provinsi Jambi) ini terpilih kembali untuk menakhkodai Universitas Jambi sampai tahun 2011. Pada 25 Januari 2008 lalu, anak sang kyai ini dilantik dan diambil sumpah sebagai Rektor Universitas Jambi oleh Mendiknas, Prof. Dr. Bambang Sudibyo atas nama Presiden Republik Indonesia.

Sekapur Sirih dari Negeri Lamo di Gerbang Siginjai Rang Kayo Mendalo kembali menaburkan beras kunyit di atas permadani mahligai Negeri Jambi sambil berucap, “Kayuh sampanmu sampai Muaro.”   

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
Larger FontSmaller Font

Pengumuman

Pengumuman
No : 950/UN21/KP/2013
Tentang
Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil
di Lingkungan Universitas Jambi Tahun 2013


Berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 233 Tahun 2013 tanggal 6 September 2013 tentang formasi Pegawai Negeri Sipil Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun anggaran 2013.

DOWNLOAD : Pengumuman CPNS di Lingkungan Universitas Jambi Tahun 2013

Baca lebih lanjut...
 
Ketentuan/persyaratan khusus calon mahasiswa baru yang memilih Universitas Jambi melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri  Penjaringan Prestasi Akademik (SNMPTN – PPA) tahun 2013
Baca lebih lanjut...