Pendidikan Dasar Indonesia dan Tantangan Globalisasi

Membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal bukanlah suatu pekerjaan yang mudah dan dapat dilakukan serampangan. Pengembangan  SDM harus dilakukan secara terencana. Bahan dasar pengembangan SDM yang handal tersebut dipengaruhi oleh kualitas pendidikan dasar Indonesia. Hal ini disampaikan Dr. Drs. H. Syahrial, M.Ed dalam orasi ilmiahnya pada wisuda ke 69 Universitas Jambi di Balairung Kampus Unja Mendalo, Sabtu (3/10).

“Kompetensi guru dan kualitas pembelajaran di tingkat sekolah dasar di Indonesia masih jauh tertinggal,” kata Syahrial yang baru saja menyelesaikan studi doktoralnya di Australia.

Menurutnya, guru sekolah dasar dari negara ASEAN lainnya, jauh sebelum Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sudah mempunyai wawasan dan kompetensi pembelajaran yang sangat memuaskan.

“Untuk mengejar ketinggalan pendidikan dasar, demi keberhasilan dalam MEA dan era globalisasi, Indonesia perlu mereformasi manajemen tenaga keguruan,” katanya.

Mengenai faktor kurikulum di Indonesia, Syahrial mengatakan, kurikulum saat ini hanya dipenuhi dengan muatan-muatan tambahan yang dapat mengaburkan proses pembelajaran ilmu keguruan yang sebenarnya. Dengan demikian kurikulum terlihat terlalu mengambang, tidak fokus kepada penguasaan ilmu yang bermanfaat untuk mengembangkan profesional guru.

“Kurikulum LPTK harus berorientasi pada learner centred approach hingga para dosen harus memperlihatkan karakteristik tersebut di dalam praktek mereka sehari-hari,” katanya pula.

Masalah fasiltas belajar di LPTK yang masih jauh dari standar yang diharapkan untuk menerapkan proses pembelajaran efektif di dalam maupun di luar kelas. Hal ini dapat diatasi dengan menerapkan kepemimpinan dan manajemen LPTK yang akuntabel. (Dedi Irwandi)

Share

Recommended Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com