Unja dan TNI Gelar Deklarasi Tolak Terorisme, Radikalisme dan LGBT

Mendalo-Universitas Jambi  (Unja) dan TNI menggelar deklarasi menolak Terorisme, Radikalisme, komunitas Lasbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) di Provinsi Jambi. Deklarasi ini diselenggarakan di lapangan Kampus Universitas Jambi Mendalo, Kamis(11/02).

Acara tersebut dihadiri Danrem 042 Gapu Kolonel Makmur, S.AP, MM, Irwasda Polda Jambi, tokoh agama, ormas, pegawai di lingkungan Unja, mahasiswa dan pelajar. Dalam kegiatan tersebut Rektor Unja Prof. Johni Najwan,S.H.,M.H., Ph.D memimpin pembacaan naskah deklarasi menolak terorisme, radikalisme dan LGBT.

Usai pembacaan naskah, rektor dan para deklarator menandatangani naskah deklarasi menolak radikalisme, terorisme, komunitas LGBT di Provinsi Jambi dan disaksikan oleh berbagai elemen masyarakat.

Rektor Unja Prof. Johni Najwan, S.H., M.H., Ph.D mengatakan bahwa radikalisme, terorisme tidak sesuai dengan pancasila dan UUD 1945 serta LGBT merupakan hal yang bertentangan dengan norma agama.” Negara kita adalah negara hukum dan beragama, untuk itu jangan biarkan sikap radikalisme, teroris dan komunitas LGBT tumbuh subur di negeri kita terutama di Provinsi Jambi. Mari bersama kita mempererat persatuan dan kesatuan diberbagai elemen masyarakat serta mendekatkan diri kepada Tuhan YME.” ungkap rektor.

Rektor juga mengatakan deklarasi ini untuk meningkatkan wawasan kebangsaan dan mensinergikan TNI dan sivitas Unja dalam menghadapi persoalan kebangsaan. “Unja dan TNI beserta elemen masyarakat akan selalu bersinergi dalam menghadapi berbagai persoalan kebangsaan, diantaranya tindakan radikalisme, terorisme dan LGBT,” katanya.

Mengenai komunitas LBGT, rektor menyatakan bahwa deklarasi ini merupakan momentum pengawasan dan evaluasi terhadap kegiatan mahasiswa. “Mungkin selama ini banyak kegiatan mahasiswa yang out control dan mulai saat ini kita akan mengawasi dan mengevaluasi apakah kegiatan itu sesuai dengan aturan atau tidak,” jelasnya

 

 

 

 

 

 

 

Sementara itu Danrem 042 Gapu Kolonel Makmur, S.AP, MM menyampaikan, deklarasi ini inisiatif rektor Unja dan TNI sangat mendukung. “Terorisme, radilakisme dan LGBT sangat merugikan masyarakat, oleh karena itu, masyarakat jangan terprofokasi, jangan terkontaminasi maupun jangan terbuai oleh ajakan-ajakan mereka, karena itu semua ajaran sesat,” kata Makmur.

 

 

 

 

 

 

 

Menurutnya, Sangat tepat deklarasi ini diadakan di kampus karena kampus tempatnya generasi muda yang potensial. “Kampus adalah tempatnya generasi penerus bangsa yang potensial jadi mereka harus diberi pemahaman yang benar, hingga tidak mudah dihasut oleh aliaran sesat,” katanya pula. Usai acara tersebut juga diadakan kegiatan bakti sosial yakni, donor darah dan gotong royong bersama.(Dedi Irwandi)

Share

Recommended Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com