MONEV KERJASAMA RISET ANTARA UNJA, IPB, UNTAD, DAN UNIVERSITY OF GOTTINGEN JERMAN

 

MENDALO– Kegiatan pemantauan dan evaluasi hasil kerjasama riset antara Universitas Jambi (Unja), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Tadulako (Untad), dan University Of Gottingen Jerman oleh Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dilaksanakan di Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Kampus Mendalo (19/7)

Kegiatan dihadiri oleh Sriwahyono S.Ip., Kepala Subjen  Penelitian Kemenristekdikti, Ir. R. Sugeng Joko Sarwono MT, Ph.D, Kepala Seksi Monitoring dan Evaluasi Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual Hening Laila Sari, So., M.Ap beserta tim evaluasi Prof. Dr. Lita Sari dari Badan Penelitian Pengembangan dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Dr. Ati Darmayanti dari Badan Pengembangan dan Birokrasi Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr. Hukayat dari Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Dalam sambutan Kepala Subjen Penelitian Kemenristekdikti mengatakan bahwa Unja imerupakan salah satu kolaborator dalam kerja sama riset internasional.

“tentu saja bukan hanya Unja yang bekerja sama dengan riset CRC dengan university Gottingen. Ada dari ITB, ada Universitas Tadulako yang diwakili oleh Prof. Iskandar Zulkarnaen yang juga merupakan Direktur Internasional Program. Kemudian perwakilan IPB, Ibu Ayen dalam kerjasama riset Internasional”

Sriwahyono juga menjelaskan mengenai benefit dalam kerjasama riset yang telah diselenggarakan pada 30 april dalam bentuk seminar nasional.

“Jadi bapak ibu sekalian, dalam kerja sama riset, tentu saja kita ingin mendahulukan apa yang menjadi kepentingan nasional kita salah satunya  kita mencoba untuk melakukan sosialisasi dalam bentuk seminar nasional” ucapnya.

Diakhir sambutannya Sriwahyono  juga mengatakan bahwa dalam kerjasama riset itu kita harus memperoleh benefit yang jelas. Benefit itu dapat diukur dengan indikator capaian institusi

“Kita harapkan dengan indikator-indikator itu nanti kita akan bisa menghitung seberapa besar capaianinstitusi sebagai benefit utama dalam kerjasama riset Internasional dengan mitra asing kit. Tidak hanya jumlah ilmiah, ada juga misalnya jumlah mahasiswa kita, jumlah peneliti kita yang bisa sekolah keluar negeri untuk mencapai gelar S2 maupun S3”, tambahnya

Luaran dari acara ini adalah meningkatnya keefektifan kerjasama serta riset yang akan dilakukan kedepannya.

NANI/ALMIRA/UTARI

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com