MEMANTIK SEMANGAT MAHASISWA BARU MELALUI DISKUSI ARKEOLOGI

MENDALO,- Program Studi Arkeologi Universitas Jambi kembali mengadakan diskusi umum untuk menambah khazanah ilmu pengetahuan serta pengenalan mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat dunia arkeologi dalam bidang penelitian di bidang kebudayaan.

Kegiatan ini dilaksanakan di Dialogue, kamis 22 agustus 2019. Hal ini diharapkan dapat menjadi pemantik semangat mahasiswa baru untuk menimba ilmu serta menjadi arkeolog yang handal. Pada diskusi kali ini diskusi membahas mengenai “Metode Serta Aplikasi dalam Penelitian Gambar Cadas Prasejarah.”

Diskusi ini di isi oleh narasumber Irsyad Leihitu M. Hum., dari mahasiswa Arkeologi Universitas Indonesia serta Ketua Program Studi Arkeologi Universitas Jambi Asyhadi Mufsi Sadzali S.S., M.A.

Penelitian gambar cadas sendiri mulai menarik minat para peneliti pada beberapa tahun belakangan ini dengan ditemukan gambar cadas prasejarah di wilayah Maros-Pangkep berusia 40.000 tahun yang lalu. Hal ini menjadi angin segar bagi para peneliti untuk mendapatkan bukti-bukti adanya aktivitas peradaban yang sudah amat tua di wilayah Indonesia.

Gambar cadas tersebar di seluruh wilayah nusantara dengan keberagaman bentuk dan warna yang berbeda pada setiap daerah. Dalam penelitian gambar cadas masih banyak terdapat kendala untuk mengidentifikasi secara utuh dan lengkap karena membutuhkan dana yang banyak untuk menerapkannya, namun terdapat beberapa pilihan praktis yang bisa digunakan untuk membantu penelitian gambar cadas ini.

Aplikasi tersebut yaitu Photogrametry, Stretch, serta Digital Tracing. Aplikasi Photogrametry adalah metode pengumpulan gambar cadas melalui pemotretan beruntun dari beberapa angle yang dipotret secara beruntun baik vertikal maupun horizontal, lalu diolah agisoft/mashup. Metode ini membuat kita memperoleh informasi mengenai panjang, lebar serta kedalaman situs yang mengandung gambar cadas.

Selanjutnya aplikasi D’Stretch Application yaitu aplikasi untuk mempertajam gambar cadas yang mulai pudar, aplikasi ini bisa diperoleh dengan mengemail pemilik aplikasi John Harman. Aplikasi ini juga bisa diperoleh melalui telepon genggam android tetapi hanya terdapat 8 efek. Selanjutnya aplikasi Digital Direct Tracing yaitu dengan menggunakan adobe photoshop serta corel draw.

Penggunaan aplikasi tersebut tidak hanya terbatas dalam penelitian gambar cadas, aplikasi ini bisa diterapkan pada situs lainnya. Aplikasi ini juga membantu untuk mendigitalisasi gambar cadas sebagai salah satu jalan untuk pendokumentasian data guna penelitian selanjutnya, karena kerusakan pada situs tidak dapat ditanggulangi secara maksimal karena disebabkan oleh alam ataupun manusia.

Seffiani Dwi Azmi

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com