FH UNJA DIRIKAN PUSAT STUDI ASEAN

MENDALO,- Fakultas Hukum (FH) Universitas Jambi (Unja) melakukan nota kesepahaman (MoU) dengan Dirjen Kerjasama ASEAN Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia. Kesepakatan tersebut dilaksanakan di Ruang Senat lantai 3 Kampus Mendalo, (14/10).

Dekan Fakultas Hukum, Dr. Helmi, S.H., M.H., dalam sambutannya mengatakan, dengan berdirinya Pusat Studi Asean yang dimotori Unja dapat menguatkan mahasiswa dan masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Jambi untuk lebih memahami apa itu Komunitas ASEAN khususnya yang berkaitan dengan sosial-budaya.

“Saya berharap pusat studi ini mampu turut serta mengisi kekosongan kebijakan-kebijakan strategis yang bisa diambil dari pusat studi ini baik dalam bentuk diseminasi mauput output kegiatan lainnya,” ujar Helmi.

Secara spesifik, Issue-issue strategis dalam Pusat Studi Asean yang didirikan oleh Unja menyangkut bidang sosial-budaya khususnya mengenai kebakaran hutan dan lahan (KARHUTLA) yang terjadi di Provinsi Jambi, Riau dan Kalimantan. Bahkan karhutla yang terjadi menyebabkan permasalahan asap, bukan saja bagi Provinsi Jambi namun juga Provinsi tetangga dan Negara tetangga.

“Dengan berdirinya Pusat Studi Asean ini, Kejadian-kejadian luar biasa khususnya menyangkut karhutla ini nantinya bisa diatasi kedepannya” terangnya.

Sementara itu, Direktur Kerjasama Sosial dan Budaya ASEAN Kemenlu RI, Riaz J.P Saehu menambahkan, secara pribadi dirinya bersyukur dapat kembali ke Provinsi Jambi dalam rangka peningkatan kerjasama dibidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.

“Penandatangan MoU ini merupakan babak baru bagi kita semua. Dampak besar atas Mou ini diharapkan memberikan ruang-ruang positif khususnya bagi kedua lembaga yakni Unja dan Kemenlu RI yang sesuai dengan tupoksi kerjasama pengembangan masyarakat,” jelas Riaz.

Dikatakannya, kerjasama yang dilakukan dengan mendorong pengembangan kajian khususnya dalam isu lingkungan hidup dan karhutla di Provinsi Jambi. Pusat Studi ASEAN di Unja merupakan yang ke-58. Nantinya pusat studi ini dapat ditindaklanjuti oleh Unja.

“Harus ada penelitian mengenai diseminasi dilingkungan kampus dan peran ekonomi yang dapat mendukung kebijakan Pemerintah Pusat. Ibu Menlu telah menyampaikan arahan kepada kami agar dapat bekerjasama dengan para pemangku kebijakan, agar nantinya Pusat Studi ASEAN dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Saya juga mengucapkan Terimakasih kepada Unja yang telah menginisiasi Pusat Studi ASEAN,” tandasnya.

AKBAR KURNIA/FAUZI YOSI

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com