AWAL 2020 PRODI SENDRATASIK LULUSKAN TIGA MAHASISWA


MENDALO,- Program Studi (Prodi) Seni, Drama, Tari dan Musik (Sendratasik) Universitas Jambi (Unja) meluluskan tiga mahasiswa konsentrasi penciptaan musik. Ketiga mahasiswa tersebut lulus dengan menciptakan karya musik yang dipertunjukan pada pukul 20.00 WIB di Aula Rektorat Kampus Mendalo, (11/1).

Aula yang sebenarnya tempat pertemuan, disulap menjadi panggung pertunjukan. Sebagian ruangan aula ditutup menggunakan kain hitam, dan di samping, depan, dan atas panggung terlihat lighting warna-warni, serta kursi penonton telah disusun rapi.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan membacakan peraturan pertunjukan, lalu membacakan sinopsis dari karya musik pertama yang diciptakan oleh Muhammad Ardi Muharram. Karya ini berjudul The Massage of Kelintang. Karya ini terinsiprasi dari permainan alat musik kelintang perunggu yang berasal dari Tungkal.

“Pengkarya melihat secara tekstual bahwa instrumen kelintang ini memiliki pola ritmis dan melodis yang sangat mungkin dapat dikembangkan dan divariasikan. Sedangkan secara kontekstual, instrumen kelintang dijadikan oleh masyarakat Tungkal sebagai penanda akan adanya acara pernikahan. Biasanya kelintang dimainkan malam hari bertepatan dengan pertunjukan Tari Inai masyarakat Melayu Timur di Tungkal Ilir” Ujar Prof. Mahdi dalam keterangannya.

Pada bagian awal, karya ini diawali oleh permainan kelintang perunggu. Setelah beberapa saat disambut oleh ritmik gendang melayu. Kira-kira 2 menit, kedua instrumen tersebut perlahan-lahan mengecilkan intensitas bunyinya hingga tak terdengar. Lalu dilanjutkan dengan permainan istrumen marimba, dimana pola ritmik yang dimainkan mengimitasi dari ritmik kelintang. Sementara marimba memainkan ritmiknya, instrumen contra bass, flute, viola, violin, juga memainkan melodinya.

“Pada karya ini, Ardi mencoba bermain-main dengan mengksplorasi ritmis serta melodis. Dasar pijakannya adalah instrumen kelintang. Selain itu penggunaan bunyi-bunyi atonal juga terdengar pada karya ini, serta pada beberapa bagian terlihat antar isntrumen musik bermain saling bersahut-sahutan (interlocking)” tambah Mahdi.

Selanjutnya karya musik kedua berjudul Sound of Air Balian. Karya musik ciptaan Muhammad Alfath ini berangkat dari ide tentang media air yang digunakan oleh balian (serupa dukun) untuk mengobati pasien dalam ritual Aseak Beubat di Kerinci.

“Pengkarya mencoba melihat makna air yang berfungsi sebagai sesaji dalam ritual tersebut. Ternyata air bukan hanya memiliki fungsi untuk menyembuhkan saja, namun disisi lain air juga dapat menghancurkan atau menjadi sesuatu yang negatif. Dalam karya ini makna tentang air tersebut diwujudkan dalam medium bunyi, dan terbagi dalam dua bagian, yang pertama adalah Terbelenggu dan yang kedua adalah Pembebasan” jelas Mahdi.

Berbeda dengan karya pertama, dalam karya ini Alfath mencoba mengahadirkan suasana sakral. Dengan menggunakan bunyi-bunyi yang mayoritas atonal, mengadirkan kesan bunyi air dengan cara memukul-mukul senar instrumen gesek (viola dan violin) menggunakan tangan, bow (alat penggesek), dan teknik pizzicato (memetik senar), serta mengimitasi melodi vokal dari dukun ritual Aseak, suasana sakral terasa sekali dalam karya ini.

Pada bagian pertama terlihat Alfath ingin membangun suasana terbelenggu dengan menghadirkan vokal wanita yang merintih dan menjerit. Lalu pada bagian kedua, terasa kontras dengan bagian pertama. Dimana dinamika menjadi agak lembut. Disini beberapa instrumen seperti violin dan klarinet mengimitasi melodi vokal dari dukun ritual. Suasana yang ingin dibangun adalah tentang bagaimana dukun berusaha membebaskan pasien dari belenggu.

Karya terakhir adalah karya musik ciptaan Muhammad Rafi yang berjudul Theme Song Hulubalang. Ide musik ini berasal dari Doak di Kabupaten Tebo. Doak merupakan sastra lisan yang dalam perkembangannya menjadi musik iringan Tari Kelik Elang. Tari ini dahulunya adalah bersifat sakral, yaitu untuk menyambut para panglima yang memenangkan peperangan.

“Dalam karya ini, hampir sama dengan karya kedua, Rafi mencoba membangun suasana musikal. Suasana yang dibangun adalah suasana penghormatan terhadap panglima atau yang dianggap sebagai pahlawan perang. Walaupun tidak banyak menggunakan ritmis dan melodis yang progresif seperti pada karya pertama dan kedua, suasana heroik cukup terasa. Memaksimalkan peran instrumen gesek dan tiup untuk membangun suasana sangat terlihat di karya ini.” Tutup Mahdi

Kurang lebih 2 jam, pertunjukan tiga karya musik tugas akhir pun berkahir. Tepuk tangan penonton terdengar riuh sebagai bentuk apresiasi terhadap para komposer. Namun, rangkaian tugas akhir penciptaan musik belum berakhir, mereka harus melalui proses sidang pertanggung jawaban hasil karya musiknya. Sidang ini dimaksudkan untuk melihat apakah sesuai ide atau konsep yang digunakan dengan karya musik yang mereka ciptakan.

Prodi Sendratasik saat ini memiliki dua minat yang dapat dipilih oleh mahasiswa. Dua minat tersebut adalah pengkajian dan penciptaan seni. Jika mahasiswa memilih minat pengkajian seni maka tugas akhirnya berupa skripsi. Sedangkan minat penciptaan seni, tugas akhirnya adalah berupa karya seni, baik drama, tari, ataupun musik.

Karya seni yang diciptakan oleh mahasiswa sendratasik melalui proses yang cukup panjang. Sebelum membuat karya, mahasiswa diwajibkan melakukan riset terhadap ide ataupun objek yang hendak digarap. Riset inipun tidak sebentar, karena mahasiswa dituntut untuk memahami, mendalami dan mengeksplorasi ide atau objek yang diminati. Setelah itu barulah mahasiswa dapat menentukan bentuk dan mulai menyusun karya seninya, tentu dengan bimbingan para dosen pembimbing.

Sejauh ini, prodi Sendratasik telah meluluskan empat sarjana seni dengan minat tugas akhir penciptaan musik. Jadi, syarat kelulusan tidak hanya dengan membuat skripsi, namun juga bisa dalam bentuk benda, hasil karya (seni, inovasi, tepat guna) dan lain-lain. Disisi lain, masyarakat juga dapat merasakan dampaknya secara langsung.

AMOR SETA GILANG PRATAMA

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com