“EVIDENCE-BASED POLICY”

Kontribusi keilmuan bidang kesehatan masyarakat bagi pelaksanaan program kesehatan ibu di Provinsi Jambi

Beberapa agenda yang tercantum di dalam Tujuan Pembangunan Milenium (Millennium Development Goals/MDGs) masih meninggalkan beberapa “Pekerjaan Rumah” bagi seluruh negara di dunia. Belum tercapainya beberapa target MDGs di tahun 2015, akhirnya menjadi landasan bagi negara-negara di dunia untuk menyepakati agenda pembangunan selanjutnya yang dikenal dengan istilah Tujuan Pembangunan yang Berkelanjutan (Sustainability Development Goals/SDGs).

Berbagai indikator SDGs telah disusun, dan diharapkan dapat mencapai target yang telah dirumuskan pada tahun 2030. Tentu, hal ini akan memberikan tantangan tersendiri bagi negara-negara di dunia untuk menjalankan agenda SDGs, termasuk Indonesia. Masih banyak indikator-indikator MDGs yang belum dicapai oleh Indonesia pada tahun 2015 lalu. Salah satu isu penting yang masih memerlukan perhatian khusus adalah permasalahan peningkatan kualitas kesehatan ibu di Indonesia.

Dalam agenda MDGs yang telah berakhir tahun 2015 yang lalu, isu kesehatan ibu menjadi prioritas tujuan pembangunan yang tertuang di dalam tujuan nomor 5 MDGs – meningkatkan kesehatan ibu. Salah satu indikator pencapaian target dalam tujuan ini adalah menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dari angka 390 per 100.000 kelahiran hidup tahun 1990 (sebagai acuan dasar), menjadi 102 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2015.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia, AKI di Indonesia berada di angka 305 per 100.000 kelahiran hidup tahun 2015. Angka ini masih jauh di atas target yang ditetapkan dalam agenda MDGs, dan hal ini selanjutnya menjadi prioritas pembangunan berkelanjutan yang akan dicapai pada tahun 2030.Target AKI yang harus dicapai dalam agenda SDGs adalah 70 per 100.000 kelahiran hidup. Tentu proses untuk mencapai target yang telah diagendakan akan menghadapi berbagai hambatan dan tantangan di Indonesia.

Belajar dari kondisi AKI di Indonesia tahun 2015, bahwa tidak mudah mencapai target penurunan AKI yang diharapkan. Beberapa penelitian di berbagai negara menemukan beberapa faktor yang berhubungan dengan masih tingginya AKI di negara-negara tersebut. Beberapa faktor tersebut diantaranya adalah, kualitas pelayanan kesehatan ibu di tingkat dasar, karakteristik masyarakat dan nilai-nilai di keluarga, dan perbedaan kondisi sosial ekonomi – tingginya AKI di Indonesia dapat dihubungkan dengan kondisi ini.

Berbagai program kesehatan ibu yang diluncurkan Kementerian Kesehatan ke seluruh Provinsi di Indonesia memberikan dampak yang berbeda dalam penurunan AKI. Provinsi Sumatera Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan merupakan Provinsi penyumbang AKI tertinggi di Indonesia. Kementerian Kesehatan mencatat bahwa 52,6% total kematian ibu di Indonesia berasal dari Provinsi-Provinsi tersebut.

Bagaimana dengan Provinsi Jambi? Walaupun AKI di Provinsi Jambi masih berada di bawah angka nasional, hal ini idealnya masih bisa diminimalkan lagi. Kebijakan kesehatan yang selama ini dijalankan, tampaknya, masih bersifat “Top-dwon Policy” dimana kebijakan dari pusat langsung diimplementasikan ke beberapa daerah di Provinsi Jambi. Akan tetapi, yang terlewatkan adalah perbedaan karakteristik Provinsi Jambi dengan Provinsi lainnya di Indonesia yang harus dipertimbangan. Karena hal ini akan menjadi menjadi tantangan dan hambatan dalam pelaksanaan program peningkatan kesehatan ibu.

Everything happens for some reasons – masih tingginya AKI tentu disebabkan oleh berbagai alasan di Provinsi Jambi. Salah satu peran institusi kesehatan yang ada di Provinsi Jambi adalah harus segera menempati posisi yang strategis, tidak hanya dijadikan sebagai mitra proyek di bidang kesehatan semata. Keberadaan instansi pendidikan yang berorientasi kepada kesehatan masyarakat setidaknya dapat memberikan “evidence-based options” kepada pemangku kebijakan di Provinsi Jambi dalam kaitannya dengan penurunan AKI.

Hasil implementasi Tri Dharma di Perguruan Tinggi yang selama ini hanya berorientasi kepada kelayakan kualitas untuk kepentingan publikasi dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan program peningkatan kesehatan ibu di Provinsi Jambi. Hal ini merupakan suatu bentuk kontribusi keilmuan bidang kesehatan masyarakat terhadap penurunan AKI di Provinsi Jambi. Karena pada akhirnya, pencapaian target SDGs merupakan tanggung jawab semua pihak, termasuk ketersediaan opsi program yang dihasilkan dari hasil riset yang baik dan menggambarkan kondisi masyarakat saat ini.

Herwansyah, S.K.M.,M.P.H
Dosen Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Jambi
PhD Candidate Department of International Health, Care and Public Health Research Institute, Maastricht University, The Netherlands.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com