Praktek Metode MIKiR dalam Pembelajaran Menulis Naskah Drama

Pemilihan metode sangat menentukan keberhasilan mahasiswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Bila materi dibahas dengan cara yang tepat, maka mahasiswa menjadi aktif, kreatif, dan inovatif. Namun, bila dosen salah memilih metode, ada kemungkinan mahasiswa pasif dan malas berpikir kreatif. Hal ini tidak terkecuali dalam mata kuliah menulis naskah drama. Untuk menyampaikan ide-ide yang sudah digali, dengan berbagai konflik melalui dialog-dialog sangat diperlukan cara-cara atau kiat yang tepat.

MENULIS naskah drama memerlukan suasana yang nyaman dan rileks. Suasana yang nyaman membuat mahasiswa tenang dan kreatif untuk berpikir. Rileks yang dimaksud, mahasiswa diberikan kemerdekaan menyampaikan gagasan, pemikiran, dengan tetap berangkat dari objek yang diamati atau berdasarkan tema yang sudah ditentukan. Untuk itu perlu dipilih metode mengajar yang agar dapat memaksimalkan potensi mahasiswa.

Salah satu metode pembelajaran aktif yang tepat diterapkan untuk pembelajaran menulis naskah drama adalah Mengalami, Interaksi, Komunikasi, dan Refleksi (MIKiR) yang dirancang oleh Program PINTAR Tanoto Foundation. Metode ini dapat menggali wawasan mahasiswa sekaligus menstimuli aktivitas, kreativitas, dan keterampilan mahasiswa dalam menulis naskah drama. Mahasiswa diberi kebebasan untuk menggali pengetahuannya terkait menulis naskah drama dengan langkah-langkah yang sistematis.

Pada langkah awal mahasiswa yang berjumlah 28 orang diberikan kesempatan untuk Mengalami berbagai hal, dengan kegiatan membaca, mengamati gambar, menonton video, menggali pengalaman, menggali naskah lakon, dan sebagainya. Kegiatan mengalami ini sangat menarik. Mengapa demikian? Mahasiswa dapat memilih objek yang mereka sukai, sehingga munculnya motivasi, munculnya cinta terhadap apa yang mereka lakukan.

Setelah kegiatan Mengalami, langkah kedua adanya Interaksi. Setiap mahasiswa menceritakan apa yang mereka alami. Mahasiswa lainnya memberi komentar dengan didukung berbagai teori atau pengalaman. Penyampaian masukan atau sanggahan bertujuan untuk pendalaman penguasaan materi. Setelah itu dosen memberikan sebuah sinopsis naskah lakon. Mahasiswa dalam kelompoknya menganalisis hal yang dibutuhkan terkait pengolahan ide, penulisan sinopsis, dan sebagainya.
Selanjutnya menyampaikan ide masing-masing tentang pengertian sinopsis, bagaimana cara membuat sinosis yang baik, dengan menyenangkan. Dosen selalu memberi respon atau penguatan kepada mahasiswa secara verbal maupun nonverbal. Dengan berinteraksi dalam bentuk diskusi, tanpa disadari mahasiswa memiliki konsep untuk menulis naskah drama, yang diawali dulu dengan penggalian ide dan cara penulisan sinopsis.

Kegiatan berikutnya dosen memberikan sebuah gambar seorang wanita yang duduk sendiri sambil melamun, dan di sekitarnya ada sebuah koper. Mahasiswa secara individu menulis kata kunci terkait gambar tersebut. Selanjutnya kata kunci ditempel pada kertas yang sudah disediakan. Setiap kelompok menyampaikan imajinasi dan argumennya secara bergantian yang diakhir dengan yel-yel masing-masing kelompok. Hal demikian, disambut gembira melalui tepuk tangan oleh kelompok lainnya. Pada tahap ini Komunikasi satu sama lainnya sangat diperlukan. Kelas jadi hidup, mahasiswa semangat dan umumnya telah termotivasi. Pernyataan dan pertanyaan tidak bermaksud menyudutkan tetapi memberikan pengayaan kepada mahasiswa.

Selanjutnya dosen memberikan tugas yang menarik pada mahasiswa, yaitu menulis sinopsis sesuai dengan imajinasi masing-masing. Mahasiswa menulis sinopsis dengan tenang, karena mereka sudah tahu bagaimana cara membuat sinopsis yang baik. Dosen mengitari mahasiswa sambil mengamati mahasiswa bekerja. Antusias mahasiswa membuat pekerjaan mereka selesai tepat waktu.

Terakhir dilakukan Refleksi terhadap pembelajaran menulis naskah drama. Mahasiswa rata-rata berdiskusi dengan berbagi pengalaman dengan menyenangkan. Keunggulannya mahasiswa umumnya berpartisipasi aktif, tanpa tekanan. Kelemahannya mahasiswa tertentu terlalu aktif, dan menggunakan waktu yang sedikit panjang dalam penyajiannya, sehingga ke depan hal ini perlu dikontrol.

Berdasarkan uraian di atas metode MIKiR punya peranan dalam mengembangkan potensi mahasiswa. Peranan tersebut dapat meningkatkan kerja sama, aktifitas, kreatifitas, interaksi, dan kemampuan berkomunikasi. Selain itu juga punya peranan meningkatkan kemampuan kognitif, psikomotor, dan afektif.

Oleh: Dr. Hj. Irma Suryani, M.Pd
Dosen FKIP Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Jambi

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com