Prodi Arkeologi Lakukan Penyuluhan Undang-Undang Cagar Budaya

Untuk Guru-Guru SLTP Kabupaten Tanjung Jabung Timur

MENDALO,- Civitas Akademika, terutama dosen memiliki kewajiban untuk menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi; yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Hal ini juga ditegaskan dalam amanah Undang-Undang No.12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi. Amanah ini wajib diemban dan dijalankan segenap lingkup universitas di Indonesia tidak terkecuali Universitas Jambi.

Maka dari itu, program studi Arkeologi sebagai salah satu unit pendidikan Universitas Jambi turut menjalankannya dengan menyelenggarakan penyuluhan undang-undang No. 11 tahun 2010 Tentang Cagar Budaya kepada guru-guru SLTP di Aula kantor dinas pendidikan Kabupaten Tanjung Jabung Timur, senin 29 Juni 2020.

Penyelenggaraan kegiatan penyuluhan ini disambut baik oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Bapak Drs. Junaedi Rahmad, M.H. Beliau menyampaikan segala kegiatan yang bersifat positif dan membangun kemajuan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, akan sangat didukung dan diterima dengan tangan terbuka.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini diketuai oleh Prof. Drs. H. Yundi Fitrah, M.Hum., Ph.D., yang beranggotakan Asyhadi Mufsi Sadzali, S.S.,M.A dan Nirwan Ilyasin, S.Pd.,M.Hum serta dihadiri perwakilan guru-guru se-kabupaten Tanjab Timur serta unsur yang terkait.

Saat melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, Asyhadi Mufsi Sadzali, S.S., M.A., selaku yang menyampaikan penyuluhan menyatakan. Kekayaan tinggalan cagar budaya yang tersebar di wilayah Tanjung Jabung Timur sangat luar biasa dengan jumlah mencapai 283 Situs.

“Kebaragamannnya meliputi masa Prasejarah, masa Klasik Hindu-Budha, masa Kesultanan Islam, dan Masa Kolonial Belanda. Satu diantara sekian situs yang potensinya mampu mendunia dan telah dikenal secara luas oleh para peneliti asing, yakni situs Perahu Kuno Lambur yang berada di Desa Lambur satu, Kecamatan Muara Sabak Timur,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, selain itu situs yang potensial lainnya adalah situs Siti Hawa, Kota Harapan, Orang Kayo Hitam, dan lain sebagainya. Disampaing situs yang sudah didata, masih banyak terdapat situs yang belum terdata, dan perlu untuk ditindak lanjuti.

Penyuluhan ini sekaligus membuka wawasan guru-guru SLTP di wilayah Tanjung Jabung Timur atas kekayaan potensi cagar budaya yang dapat dijadikan bahan pembelajaran sekaligus media pembelajaran yang digunakan untuk menjadi laboratorium lapangan siswa-siswa SLTP di Tanjung Jabung Timur.

“Harapannya penyuluhan ini, dapat memotivasi juga mengajak Guru-Guru SLTP untuk mengedukasi siswa agar melindungi dan melestarikan potensi cagar budaya di wilayah Tanjung Jabung Timur,’’ tutupnya. (wan)

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com