PELATIHAN TENTANG TEKNOLOGI BUDIDAYA DAN DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN JAMUR

TIM PPMDI BERKERJASAMA DENGAN PUI-PT e-MEDICALUNIVERSITAS JAMBI

MAYORITAS masyarakat Desa Dataran Kempas Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi merupakan rumah tangga petani (RTP) sawit. Tanaman kelapa sawit dengan masa tanam 1996/1997 saat ini sudah memasuki umur tua (> 20 tahun) sudah memasuki masa non-produktif sehingga sudah selayaknya untuk dilakukan proses peremajaan.  Program peremajaan sawit rakyat yang bertujuan untuk perbaikan produktivitas pada hakekatnya memiliki dampak negatif berupa hilangnya sumber pendapatan utama RTP.

Kehilangan pendapatan ini meskipun sifatnya sementara tetapi diestimasi bisa mencapai 5-7 tahun sampai tanaman sawit hasil peremajaan kembali mencapai tingkat produksi ekonomis. Untuk itu perlu pengembangan usaha ekonomi alternatif sebagai sumber pendapatan pengganti agar RTP mampu bertahan sampai tanaman sawit hasil peremajaan mampu kembali menjadi sumber pendapatan utama.

Salah satu alternatif adalah memanfaatkan sebagian lahan sela tanaman sawit tua untuk budidaya jamur tiram dan merang karena memiliki kondisi iklim mikro yang sesuai dengan syarat tumbuh jamur. Pengembangan budidaya kedua jenis jamur  ini disamping memanfaatkan lahan kosong juga memanfaatkan sumberdaya lokal untuk media tumbuh seperti serat sawit (jamur merang) dan rajangan pelepah sawit (baglog jamur tiram) serta bibit jamur merang khas yang sering ditemui pada tumpukan limbah tanaman sawit.

Tim Pelaksana PPMI (Program Penerapan Teknologi dan Iptek Bagi Masyarakat Sebagai persiapan SDM pengelola dalam “Pemanfatan Kondisi Lingkungan Iklim Mikro Sela Tanaman Sawit Tua untuk Budidaya Jamur Berbasis Sumberdaya Lokal” Pelatihan yang diadakan pada tanggal 25 – 26 Juli 2020 ini berkerjasama dengan Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi Etnomedisin dan Nutrasetikal (PUI-PT e-MEDICAL) Univesitas Jambi. Lembaga riset unggulan andalan dalam mencapai cita-cita seluruh sivitas akademika dan masyarakat Provinsi Jambi untuk menjadi UNJA SMART ini bergerak dalam riset dan pengembangan potensi sumberdaya hayati lokal untuk pengembangan obat-obatan tradisional dan pangan fungsional untuk kesehatan berbasis perilaku etnis lokal.

Dr. Ir. Ardi Novra, M.P., sebagai ketua pelaksana PPM sekalgus ketua PUI-PT e-Medical Unja dalam kata sambutannya menyatakan bahwa Desa Dataran Kempas ditargetkan untuk menjadi kawasan wisata pertanian terpadu bekelanjutan (Sustainable Agro-Edu Tourism) atau biasa dsebut SAGE Tourism. Pelatihan yang dilaksanakan pada areal usaha Kelompok Tani Karya Trans Mandiri (KTM) ini bertujuan disamping memanfaatkan potensi lokal juga mempersiapkan sumber pendapatan altenatif bagi sebagian rumah tangga yang potensial kehilangan pendapatan sementara (temporary loss income) selama proses peremajaan sawit.

Usaha budidaya jamur tiram dan merang dapat dijadikan salah satu pilihan alternatif sumber pendapatan bagi rumah tangga peserta program PSR karena juga akan diikuti dengan pengembangan berbagai produk olahan sehingga mampu memberian nilai tambah (value added) baik dari aspek finansial maupun kesempatan kerja dan berusaha. Pelatihan yang dipandu oleh Dr. Bagus Pramusintho, S.Pt., M.Sc., dan diikuti lebih dari 50 orang termasuk perwakian dari 4 desa sekitar Dataran Kempas ini berlangsung dalam suasasana santai penuh keakraban.

Pada sesi pertama, dipaparkan tentang teknologi budidaya jamur oleh Diah Tri Utami, S.Si., M.Si., ketua bidang R & D manufaktur pada PUI-P eMedical. Menurut peneliti yang juga merupakan salah satu staf pengajar di Jurusan Farmasi Fakultas Kedokteran Unja ini banyak jenis jamur yang dapat dibudidayakan antara lain yang sudah dikenal luas yaitu Jamur Tiram dan Jamur Merang. Budidaya Jamur memiliki prospek yang bagus antara lain permintaan jamur yang cukup tinggi karena sebagai salah satu jenis bahan pangan yang dengan cita rasa lezat, bergizi tinggi dan dapat digunakan sebagai bahan pangan fungsional banyak dikonsumsi oleh masyarat, mengandung 9 jenis asam amino essensial (arginin, histidin, isoleusin, lisin, metionin, fenilalanin, treonin, triptofan, dan valin) serta 72% lemaknya tidak jenuh, vitamin: B1 (thiamin), B2 (riboflavin), niasin dan biotin, juga mengandung elemen makro antara lain K, P, Ca, Na & Mg dan mikro (Cu dan Zn) serta terbukti mampu menurunkan kolesterol, gula darah dan juga kanker.

Usaha budidaya jamur menggunakan modal relatif kecil dan terjangkau dengan teknologi tepat guna yang murah dan sederhana sehingga dapat dilakukan seluruh lapisan masyarakat termasuk petani perdesaan. Budidaya jamur juga fleksibel sehingga dapat dilakukan siapa saja, dimana saja, kapan saja dan tidak mengenal musim, serta dapat di jalankan dalam skala rumah tangga /kecil.

Jamur juga memiliki waktu panen yang singkat karena 1,5 bulan sudah dapat dipetik hasilnya serta tidak membutuhkan biaya pakan, obat-obatan, dan pupuk. Lingkungan iklim mikro disela tanaman sawit yang sejuk dan terlindung dari cahaya matahari langsung juga cocok dikembangkan oleh masyarakat Desa Dataran Kempas dan juga dapat menggunakan sumberdaya lokal sebagai media tumbuh.

Serbuk kayu yang banyak tersedia dan bahkan hasil rajahan pelepah sawit juga dapat digunakan sebagai media tumbuh jamur tiram (baglog) sedangkan tandan buah kosong atau yang dikenal dengan Jangkos juga potensial digunakan sebagai media tumbuh jamur merang. Pada sisi lain, pasca berakhirnya panen jamur maka limbah baglog dan media jamur tiram dapat dimanfaatkan langsung sebagai pupuk organik atau bisa dijadikan bahan baku olahan pupuk kompos yang menjadi Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) Dataran Kempas.

Pelatihan yang juga dihadiri oleh Ketua LPPM Unja yaitu Dr. Ade Octavia, S.E., MM dan Prof. Dr. Ir. Adriani, M.Si., ketua LPPM periode sebelumnya pada sesi kedua menampilkan Fitrianingsih, S. Farm. M.Farm., Apt., dengan topik diversifikasi produk olahan jamur. Staf pengajar jurusan Farmasi Unja yang sekaligus juga sekretaris PUI-PT e-Medical ini dalam paparannya menjelaskan tentang berbagai produk yang dapat dikembangkan dari hasil budidaya jamur.

Jamur memiliki karakteristik yang sama dengan sayuran pada umumnya (cepat mengalami kerusakan dan berakhir pada kebusukan) tetapi dengan teknologi dan waktu yang tepat potensial untuk menghasilkan produk bernilai ekonomis dan berdaya jual tinggi. Masih menurut peneliti yang sedang mengikuti program Doktoral di Universitas Indonesia ini bahwa diversifikasi produk olah jamur ini juga merupakan bagian dari upaya penganekargaman pangan.

Selanjutnya dinyatakan bahwa tidak semua jamur dapat dimakan karena ada juga jamur yang beracun karena mengandung holin, muskarin, falin, giromitrin, ibotenic acid dan disulfram. Produk olahan jamur sebagai bahan pangan antara lain saus, keripik, nugget, kaldu, burger serta krispi dan madu jamur.

Sebagai produk untuk kesehatan berbagai jenis jamur memiliki khasiat untuk membantu penyembuhan penyakit seperti jamur kupng hitam dan coklat sebagai obat sakit tenggorokan, anemia, saluran pencernaan, demam, dan penguat tulang, jamur kuping putih sebagai obat pencuci darah, penguat paru-paru, saluran pencernaan, dan anti tumor. Jamur tiram yang sudah biasa dikenal dan beredar luas juga memiliki khasiat sebagai anti anemia, menu diet bagi penderita diabetes, hipertensi dan liver, serta anti tumor. Pada bidang manufaktur, jamur disamping banyak digunakan untuk produk kecantikan baik untuk perawatan kulit seperti skin care dan masker juga dapat dimanfaatkan sebagai suplemen herbal untuk diet dan penyakit syaraf.

Setelah sekitar 1 jam diskusi maka kegiatan pelatihan diakhiri dengan beberapa kesimpulan antara lain peserta pelatihan tertarik dan antusias untuk mengembangkan budidaya jamur tiram dan jamur merang serta produk olahan jamur. Pada saat yang sama peserta juga meminta untuk sekali lagi ada kegiatan pelatihan tetapi dengan langsung demo pembuatan baglog dan produk olahan jamur serta agar dalam perjalanan usaha untuk tetap mendapatkan pembinaan dan pendampingan dari Universitas Jambi.

Ardi Novra, Indra Sulaksana dan Bagus Promusintho.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com