PENINGKATAN VALUE ADDED BERBASIS KOMODITAS LOKAL

Desa Renah Alai Kecamatan Jangkat Kabupaten Merangin

RENAH Alai merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Jangkat, desa ini merupakan desa terindah dan tercantik, tidaklah mengherankan jika desa ini menjadi desa tujuan wisata. Desa ini juga merupakan desa binaan Prodi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi. Jumlah penduduk didesa renah Alai sebanyak 777 orang terdiri dari 401 jiwa laki – laki dan 376 perempuan.

Mata pencaharian utama penduduk desa  Renah Alai adalah petani sayur – sayuran dan tanaman umbian merupakan tanaman yang paling banyak ditanam warga. Salah satu tanaman yang menjadi komoditas andalan didesa ini adalah Kentang. Luas tanaman kentang sebesar 145 Ha, dengan produksitivitas sebesar 10 ton/Ha (Profil desa Renah Alai, 2019).

Hasil panen yang melimpah disertai dengan harga jual kentang yang  fluktuatif menyebabkan petani mendapatkan keuntungan yang kecil.  Sebagian besar petani hanya menekuni on farm atau budidaya, sedangkan hulu dan hilir kurang diminati (Damanhuri, 2017). Hilirisasi produk pertanian akan meningkatkan kedaulatan pangan (Kemenperin, 2016), Indardi (2018) menyatakan bahwan meningkatan ekonomi masyarakat dapat dilakukan dengan cara memberikan  nilai tambah dan daya saing produk hasil pertanian.

Sebagai daerah penghasil kentang, banyak peluang yang bisa diciptakan oleh masyarakat desa Renah Alai. Minimnya pengetahuan masyarakat tentang pengolahan kentang, produksi hasil olahan kentang yang belum pernah dilakukan merupakan permasalahan yang dihadapi di desa ini, sedangkan potensi pasar hasil olehan kentang cukup besar, karena Kecamatan Jangkat merupakan destinasi wisata favorit di Kabupaten Merangin.

Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Tim Pengabdian Prodi Ekonomi Pembangunan akan mengolah kentang menjadi produk yang siap dikonsumsi berupa keripik kentang. Pengolahan kentang menjadi keripik kentang tidak memerlukan waktu yang lama. Bahan baku yang melimpah dan mudah dijumpai juga menjadikan pengolahan kentang menjadi keripik ini sangat mungkin dilakukan sebagai salah satu usaha sampingan keluarga. Bahan yang diperlukan untuk membuat keripik kentang sangat mudah dan gampang dijumpai yaitu kentang, garam, dan minyak goreng.

Adapun proses pembuatan keripik kentang tersebut adalah kentang dicuci bersih tanpa harus mengupas kulitnya, setelah itu siapakan minyak untuk menggoreng. Setelah minyak goreng panas iris kentang pakai alat pembuat keripik diatas minyak panas tersebut, goreng sampai berwarna kuning keemasan dan tiriskan. Setelah kentang ditiriskan tunggu sampai sedikit dingin dan ditambahkan varian rasa seperti garam atau balado, dan keripik kentang siap disajikan.

Dengan adanya pelatihan pembuatan keripik kentang, diharapkan para masyarakat khususnya para ibu dan remaja putri dapat membuat kelompok usaha rumah tangga dan dapat dijadikan dapat dijadikan sebagai oleh – oleh desa yang masih sangat jarang ditemui.

Adanya oleh – oleh yang berbasis kepada komoditas unggulan desa yang melibatkan masyarakat desa dalam mengolahnya menjadikan desa Renah Alai sebagai salah satu desa destinasi wisata menjadi lebih cepat maju dan dikenal, yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan desa itu sendiri.

Rosmeli, S.E., M.E., Dosen Prodi Ekonomi Pembangunan Fak. Ekonomi dan Bisnis

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com