Air Bergantung Pada Etika Manusia Terhadap Lingkungan

Air merupakan sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dengan manusia. Hal ini karena Air merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia yang dibutuhkan secara berkelanjutan. Pentingnya kebutuhan akan air bersih menyebabkan sektor ini wajib mendapatkan prioritas penanganan utama karena menyangkut kehidupan orang banyak.

Bertambahnya jumlah penduduk menyebabkan bertambah pula kebutuhan manusia akan air. Meningkatnya jumlah manusia juga akan mengakibatkan banyak tingkah laku manusia yang terkadang semena-mena terhadap lingkungan. “Manusia akan sangat bergantung dengan air, apakah air akan bergantung pada manusia? Silakan beropini!”.

Air merupakan benda mati akan tetapi memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Air dapat digunakan untuk minum, mencuci dan lain sebagainya. Kembali pada pertanyaan tadi apakah air akan bergantung pada manusia? Tidak masalah jika ada yang beranggapan air tidak bergantung pada manusia hal ini dikarenakan air benda mati bukan?, akan tetapi tidak salah juga yang beranggapan air bergantung pada manusia, tentunya semua punya alasan yang kuat terkait hal ini, tidak seru jika hanya berdebat kemana air akan bergantung.

Semua yang ada dibumi adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Air akan memberikan dampak baik jika manusianya berbuat baik terhadapnya begitupun sebaliknya air akan berdampak buruk jika mausia berbuat buruk terhadapnya. Bagaimana sih air akan memberikan dampak baik dan buruk terhdapap manusia bukankah air merupakan benda mati?, pertanyaan itu akan datang dengan sendirinya sebagai lanjutan dari pertanyaan tadi.

Kita semua tentu sudah paham bagaimana air akan berbuat demikian. Hal ini tentunya senada dengan pepatah mengatakan apa yang kita tanam itu yang akan kita tuai. Air bisa memberikan dampak buruk bagi manusia seperti banjir, adanya erosi, adanya debit sungai yang tidak pada kondisi biasanya dan lain sebagainya, hal ini dapat terjadi jika manusia tidak mampu menjaga lingkungannya dengan baik seperti melakukan penebangan hutan yang menyebabkan tidak adanya penahan air serta tidak ada yang mampu melakukan penyerapan air pada kondisi normalnya sehingga air begitu mudah masuk ke sungai atau menuju kedataran yang lebih rendah, hal itu lah salah satu yang akan menyebakan dampak buruk bagi manusia.

Jika kita menginginkan air berdampak baik bagi manusia maka mari kita jaga hutan kita, jaga etika kita terhadap lingkungan maka air akan memberikan dampak baik bagi kita.

Air yang belum tercemar sangat susah ditemukan. Kebanyakan air sudah tercemar dan perlu dilakukan pengolahan terlebih dahulu, sebelum layak dikonsumsi atau didistribusikan kepada masyarakat. Kondisi air yang baik harus sesuai persyaratan kualitas air bersih yang telah distandarkan oleh Departemen Kesehatan RI melalui PEMRENKES No. 32 Tahun 2017 dan PEMENKES No. 492/MENKES/PER/2010 ada beberapa parameter yang digunakan dalam PERMENKES ini beberapa diantaranya mulai dari pH, kekeruhan, total bakteri coliform, kadar besi, kadar aluminium, air raksa dan lain sebagainya, Jika ingin lebih jelas terkait apa saja parameternya boleh dicari PERMENKES-nya.

Maka dari itu agar air tidak memberikan dampak buruk bagi kehidupan manusia mari kita bersama menjaga lingkungan agar dapat memberikan dampak baik bagi kehidupan manusia, jika belum berniat atau memulai untuk menjaga lingkungan, mari kita sama-sama mulai dari sekarang sebelum terjadi hal yang tidak kita inginkan dari air, air benda mati akan tetapi air tergantung dari etika manusia terhadapnya, dia bisa saja mengakibatkan bencana bagi manusia, bencana itu tidak terjadi sekarang mungkin di beberapa deti, jam, hari, bulan, bahkan tahun kedepan.

“Jangan biarkan aku (air) mengamuk karena ulah mu!!”

Maulana Iksan, Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Sanis dan Teknologi

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com