LONG-TERM GOALS

Penting kiranya bagi setiap individu untuk memiliki goals yang ingin dicapai dikemudian hari. Dengan adanya goals atau cita-cita mulia, itu berfungsi menjaga hasrat juang seseorang dalam menjalani kehidupan yang kian bergerak dengan sangat dinamis. Dan akan lebih baik apabila tujuan itu menjadi suatu goals/tujuan yang dibuat jelas.

Napoleon Hill seorang penulis dengan bukunya yang berjudul Think and Grow Rich yang menjadi buku terlaris sepanjang masa, mengatakan “ada suatu kualitas yang harus dimiliki seseorang untuk meraih kemenangan, dan itu adalah kejelasan tujuan, tahu apa yang diinginkannya, dan hasrat yang menggebu untuk meraihnya.”

Terdapat tiga hal yang sangat elementer bagi seseorang untuk mampu memiliki tujuan jangka panjang yang jelas. Yaitu wawasan yang luas, kemampuan untuk bersabar dan terbebas secara psikologis. Juga perlu memiliki kemampuan untuk berpikir sesuai dengan orientasi jangka waktu dari masing-masing orientasi tujuannya. Seorang anak SD hanya mampu untuk menggambarkan dengan jelas apa yang menjadi tujuan jangka pendeknya, yakni memiliki nilai yang bagus, menjadi juara kelas dan naik kelas.

Keterbatasan informasi dan wawasan menjadi penyebab kenapa mereka hanya mampu untuk membuat tujuan jangka pendek. Ditambah lagi dengan pola asuhan yang hanya menuntut mereka untuk selalu cakap dalam segala hal dalam waktu yang sangat singkat hanya akan membuat mereka tidak terbebas secara piskologis. Pada akhirnya mereka bukan hanya tidak mampu untuk sekedar bersabar sedikit lebih lama, akan tetapi juga tidak mampu dalam meningkatkan tujuan mikronya (jangka pendek) menjadi tujuan yang makro (jangka panjang).

Sedangkan kemampuan untuk membuat goals jangka panjang sebagai manifestasi orientasi jangka panjang, memerlukan wawasan yang luas, kemampuan untuk bersabar dan terbebas secara psikologis. Wawasan yang luas akan perkembangan dunia secara global menjadi stimulus bagi seseorang untuk mampu memvisualisasikan tujuan jangka panjangnya dengan begitu jelas.

Kesabaran merupakan hal yang sangat vital dalam dalam proses berpikir jangka panjang. Dan keadaan individu terbebas secara psikologis akan mengoptimalkan kemampuan berpikir yang berorientasikan jangka panjang demi mencapai level makro atas tujuannya.

Gaya hidup yang serba instan dan praktis secara perlahan mengikis kemampuan mereka untuk bersabar untuk tujuan jangka panjang sebagai cita-cita mulianya. Disamping Itu juga disebabkan oleh pola asuhan dari orang tua dan guru di sekolah yang cenderung selalu menuntut anak untuk mampu mengatasi setiap tantangan yang tidak terukur, dan terabaikan untuk memberi respek dan dukungan secara konsisten.

Apa hebatnya dari seorang anak yang sangat unggul dalam hal akademis hanya ketika masih SD, akan tetapi gagal membuat goals jangka panjang yang jelas, atau gagal di masa depan. Tidaklah salah bila seorang anak menjadi sangat berprestasi ketika masih SD, akan tetapi akan menjadi petaka jika hanya terlalu mengidolakan kesuksesan di masa kecil dan mengorbankan kesuksesan di masa depan.

Walaupun pada hakikatnya, tujuan jangka pendek disini bukanlah merupakan entitas yang terpisah dari orientasi tujuan jangka panjang akan tetapi merupakan suatu kesatuan yang tak terpisahkan. Tujuan jangka panjang hanya akan mampu diwujudkan dengan maksimal jika apa yang menjadi tujuan jangka pendeknya terealisasi dengan baik pula. Banyak dari kita masih berasumsi bahwa orientasi tujuan jangka pendek dan panjang tidaklah terikat satu sama lainnya. Stigma yang mengkerdilkan salah satu orientasi disini harus sebisa mungkin dihapuskan dari cara berpikir kita.

Tujuan jangka panjang bukanlah sesuatu yang diusahakan dalam tenggat waktu hanya satu atau dua tahun. Kesalahan yang mendasar dari generasi sekarang adalah, Mereka memiliki impian yang begitu tinggi hanya dalam waktu satu tahun, tetapi tidak mampu untuk bersabar terhadap kegagalan sementara. Dan mereka tidak melihat hal luar biasa yang bisa mereka lakukan dalam waktu lima tahun. Jika kita lihat bagaimana seorang Steve Paul Jobs, atau yang lebih dikenal dengan Steve Jobs yang merupakan cofounder Apple Coorp.

Dia melihat yang menjadi tujuan jangka panjangnya bukanlah sesuatu yang akan dicapainya dalam waktu satu atau dua tahun, akan tetapi bertahun-tahun bahkan puluhan tahun. Dan nyatanya dia membutuhkan waktu selama 31 tahun untuk menciptakan produk yang fenomenal yaitu Iphone. Kerja keras, keuletan, dan kesabaran yang cukup panjang harus dimiliki seseorang dalam mewujudkan tujuan jangka panjangnya.

Dikatakan oleh motivator dunia Brian Stacy Tidak ada tujuan yang tidak masuk akal, yang ada hanyalah tenggat waktu yang tidak masuk akal. Mulai dari sekarang latihlah diri kita, anak kita, keluarga kita untuk memikirkan tujuan jangka panjang. Dan mengupayakan terwujudnya tujuan tersebut dengan menciptakan tujuan jangka pendek sebagai lompatan menuju tujuan jangka panjang. Serta tentukan waktu yang jelas kapan terwujudnya yang menjadi tujuan jangka panjangnya, tiga tahun, lima tahun atau sepuluh tahun. Langkah yang tepat dan efektif mampu meminimalisir waktunya menjadi beberapa tahun lebih cepat.

Muhammad fauzan, S.Pd.,M.Pd., Dosen FKIP

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com