Promosi Doktor Kependidikan Friscilla Wulan Tersta

 

TELANAIPURA,- Program Doktor Kependidikan Pascasarjana Universitas Jambi menggelar ujian Promosi Doktor Kependidikan atas nama Friscilla Wulan Tersta. Dengan menagangkat judul Disertasi “Autonomous Learning ESP Program In Higher Education contexs a case study of english teaching and learning practice at Jambi University” Sidang promosi dibuka oleh Direktur Pascasarjana Prof. Dr. Haryadi, S.E., M.M.S., yang dilaksanakan di Ruang Ujian Pascasarjana Kampus UNJA Telanai, Selasa (27/4).

Tim penguji terdiri Direktur Pascasarjana Prof. Dr. Haryadi, SE., M.M.S, Sekretaris sidang, Prof. Dr. Drs. Ekawarna, M.Psi., Ketua Prodi Pascasarjana S3 Kependidikan UNJA, Promotor, Drs Syahrial, M.Ed., Ph.D., Co-Promotor, Prof Amirul Mukminin, S.Pd., M.Sc., Ed., Ph.D., Promotor dan Penguji External Prof. Florante P. Ibarra, Ph.D., (dari CentralLuzon State University, Philippines).

Friscilla Wulan Tersta Menyampaikan bahwa Topik dari penelitian ini adalah Autonomous Learning (pembelajaran otonom). Adupun salah satu yang menjadi fokus dalam penelitian ini terutama dimana tempat penelitian ini sendiri adalah universitas Jambi yaitu adanya suatu permasalahan yang muncul terkait Mata Kuliah Bahasa Inggris sebagai mata kuliah wajib universitas yang hanya ditawarkan 2 sks di tingkat perguruan tinggi untuk semua prodi non-bahasa Inggris di Universitas jambi yaitu ditawarkan kepada 49 program studi sarjana di 7 fakultas yang ada.

“ Tentunya ini menjadi salah satu masalah, dikarenakan tuntutan universitas untuk mewujudkan mahasiswa yang mampu berkompetisi secara global sudah seharusnya di dukung dengan bagaimana peran pendidik untuk mampu menstimulasi mahasiswanya menjadi seorang pembelajar bahasa yang otonom (autonomous learner) terlepas dari 2 sks wajib tersebut,” ujar Putri Bapak Dr. Drs. H. Firman, M.Si., dan Ibu Hj. Edrinawati, S.Pd., ini.

Lebih jauh Priscilla mengatakan Penelitian disertasi ini mengusulkan sebuah conceptual model baru untuk program ESP (English for Specific Purposes) di perguruan tinggi. Model ini dikonseptualisasikan berdasarkan berbagai pemahaman dan pengalaman mendalam dosen Bahasa Inggris yang telah mengajar Bahasa Inggris selama lebih dari 5 tahun di perguruan tinggi, yang kemudian berubah menjadi pengetahuan faktual (bukan sekedar asumsi dan persepsi).

“ Secara teoritis, penelitian ini memperkaya literatur tentang Autonomous Learning(pembelajaran otonom) dalam proses belajar mengajar bahasa Inggris, khususnya pemahaman konsep Autonomous Learning (pembelajaran otonom), mendorong siswa menjadi Learner Autonomy (pembelajar mandiri), menciptakan suatu strategi yang efektif, dan membentuk siswa menjadi pembelajar mandiri,” jelas Perempuan kelahiran Jambi, 2 Oktober 1992.

Secara praktis, penelitian ini memberikan informasi lebih lanjut kepada dosen dalam mengenal Autonomous Learning(pembelajaran otonom) di perguruan tinggi dan menerapkannya pada interaksi kelas dengan melihat kebutuhan dan tingkatan mahasiswa. Hal baru dari penelitian ini adalah menjawab tantangan pembelajaran bahasa Inggris dalam konteks ESP di berbagai program studi yang hanya dikontrak oleh mahasiswa 2 sks agar lebih efektif dan efisien apabila mendapat trigger dari dosen bahasa Inggris untuk membuatnya. belajar lebih mandiri.

“ Secara profesional, hasil penelitian ini berupa solusi, pedoman, model bagi pelaku pendidikan dalam memilih jenis pembelajaran otonom dan sebagai refleksi bagi dosen dan peneliti dalam menjadikan pembelajaran EFL dan ESP mahasiswa lebih bermakna di kelas,” Terang Friscilla yang memiliki segudang prestasi seperti Peraih Beasiswa Unggulan 2015, The Winner of The ASIA Youth Awards 2015, Duta Bahasa Provinsi Jambi 2013, Delegasi Jambi untuk Indonesia Movement Conference | 2013, Delegasi Jambi untuk Indonesia Students and Youth Forum| Bandung-Indonesia| 2013, Delegasi Jambi Untuk Indonesia Fellowship Youth Camp | Februari 2013 dan Jambi Province Delegation on Youth educators Regional Training| 2013.

Dalam merintis program kebijakan MBKM, Autonomous Learning(pembelajaran otonom) merupakan salah satu pilihan yang harus diambil dosen agar mahasiswa memiliki kebebasan dan kemandirian dalam menentukan tujuan pembelajaran dan perangkat pembelajaran lainnya.

Doktor muda yang pernah menjadi pemenang dari Indoensia saat mengikuti kompetisi di ajang The ASIA YouthAwards 2015 di Malaysia ini, mengatakan bahwasanya, Gelar yang ia raih saat ini bukanlah sebuah bentuk arogansi dan kompetisi, namun agar untuk terus berusaha merefleksikan diri. Dan baginya strata bukanlah suatu bentuk ukuran pengukur diri, tapi sebagai pengingat keras, bahwa diri ini masih lah belum bisa disebut pantas dan harus bekerja keras. Karena dengan pendidikan, dunia akan lebih mudah digenggam dan dengan pendidikan banyak hal yang akan tercerahkan.

SILVIA YULIANSARI

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19  +    =  21

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com