Perkembangan teknologi tidak mungkin bisa dihentikan. Seiring dengan berjalannya waktu, zaman akan semakin berkembang, dimana pada era 2021 ini telah memasuki era trasformasi dan globalisasi yang begitu cepat.

Hal ini terbukti dengan banyaknya perubahan-perubahan yang telah terjadi di kehidupan masyarakat baik dari segi ilmu pengetahuan terutama dalam bidang teknologi, informasi dan komunikasi. Perkembangan teknologi akan menyentuh dan sangat mempengaruhi kehidupan umat manusia dikalangan masyarakat. Perkembangan zaman dan teknologi akan membawa pengaruh yang besar terhadap dunia pendidikan baik dari sisi positif maupun dampak negatif bagi pelajar.

Perubahan teknologi memang tidak bisa di hindari dari suatu negara bahkan dari suatu wilayah. Canggihnya teknologi telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Istilah technology mulai menunjol sejak abad yang ke -20 dimana perubahan technology mengalami perupahan ketika ilmuwan social dari Amerika yang bernama Thorstein mengubah ide dari Technik menjadi technology.

Miarso mengemukakan bahwa Imu pengetahuan Teknologi adalah usaha yang di lakukan oleh manusia untuk dapat menghasilkan suatu hal yang bernilai lebih. Dari pendapat Miarso tersebut dapat di simpulkan bahwasanya seseorang mempelajari IPTEK bertujuan untuk menghasilkan hasil usaha yang lebih besar dari sebelumnya. Jelas kita ketahui  perkembangan teknologi sangat membantu kehidupan masyarakat terutama kaum pelajar. Tidak bisa di pungkiri di balik sisi postif, perkembangan teknologi akan membawa dampak negative bagi masyarakat, terutama bagi kaum pelajar yang belum bisa menghendel atau membatasi diri dari perkembangan teknologi itu sendiri.

Penulis melihat adanya pengaruh perkembangan sarana komunikasi khususnya teknologi handphone di desa Pansurnatolu, Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten tapanuli Utara. Masuknya teknologi handphone tersebut membawa  pengaruh yang begitu singnifikan terhadap anak muda terutama bagi kaum pelajar. Hal tersebut dibarengi dengan munculnya aplikasi-aplikasi baru yang berdampak langsung pada para pelajar. Ditambah pula dengan aplikasi game online yang semakin memanjakan para penikmatnya betah bermain handphone.

Temuan dilapangan mengungkapkan kaum pelajar lebih mengutamakan bermain game online dari pada melakukan ativitas belajar. Parahnya, ada sebagian pelajar yang bolos sekolah demi bermain game online. Selain itu dampak game online bagi kehidupan para kaum pelajar juga membawa resiko terhadap menurunnya prestasi siswa. Tak jarang para orangtua mengeluh, permintaan anak-anak mereka semakin meningkat untuk membeli kuota internet agar bisa bermain game online.

Game online telah menyita waktu para pelajar, seperti yang sudah di singgung sebelumnya, bahkan ketika di sekolah pun siswa bolos untuk bermain game online. Hal ini adalah salah satu dampak negative dari masuknya teknologi di Desa Pansurnatolu.

Menurut seorang psikolog Rahmat mengatakan bahaya bermain game online sangat menyenangkan namun bila kita mengetahui dalam memainkannya, game online memiliki kecenderungan bersifat kecanduan bagi pemainnya dikarenakan dari segi permainannya, game online sendiri memiliki fitur yang menarik, berisi gambar-gambar, animasi-animasi yang mendorong anak bahkan orang dewasa tertarik bermain game online.

Apalagi pandemi covid-19 yang masih menggerogoti pendidikan menjadi tantangan besar saat ini. Hal ini dibuktikan dengan kecenderungan bermain game online dan lebih sering mengakses media sosial untuk mengisi waktu luang dari pada belajar.

Kontrol Sosial

Kontrol social merupakan pengendalian masyarakat atas lingkungan sosialnya. Sedangkan menurut Soerjono Soekanto pengendalian sosial atau kontrol sosial adalah salah satu proses yang baik yang di rencanakan atau tidak di rencanakan, yang bertujuan untuk mengajak, membimbing atau bahkan memaksa warga masyarakat agar mematuhi nilai-nilai dan kaidah-kaidah yang berlaku.

Pengendalian social sangat cocok di terapkan pada kasus ini. Pengendalian atau sitimulus yang dilakukan oleh keluarga, guru, bahkan dari pemerintah desa sangat dibutuhkan disini. Memberikan motivasi ataupun nasehat bagi pelajar dalam memanejemen waktunya, sehingga tidak merugikan dirinya seperti yang telah diuarakan di atas bahwa kecanduan game online membuat prestasi akademiknya menurun. Kontrol social juga termasuk dukungan dari masyarakat untuk ikut mengawasi para pelajar.

Perkembangan teknologi yang terjadi saat ini tidak hanya membawa dampak positif melainkan dampak negative bagi para pelajar. Kita bisa belajar dari kasus yang terjadi di desa pansurnatolu bahwa pelajar lebih memprioritaskan game online dari pada pendidikan. Perlu diketahui  para  pelajar ini merupakan generasi-generasi emas di zaman yang akan datang. Mereka adalah barisan muda yang akan mengganti golongan pemerintah dalam hal mencerdaskan kehidupan masyarakat di desa Pansurnatolu juga bangsa Indonesia.

Roberto nainggolan dan Priadi Pasaribu, Mahasiswa Universitas Jambi, Kader IMATAPUT. JAMBI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *