MENDALO,- Universitas Jambi melalui Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Ir. Teja Kaswari, M.Sc., mengadakan kegiatan ‘Pembinaan Mahasiswa Penerima Beasiswa Program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik)’ yang diselenggarakan secara hybrid di Ruang Senat Lantai 3 Gedung Rektorat UNJA Mendalo dan secara daring melalui aplikasi video conference pada 1 Juli 2022.

Dr. Ir. Teja Kaswari, M.Sc., secara khusus mengundang seluruh mahasiswa penerima beasiswa ADik beserta para Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni yang ada di lingkungan Universitas Jambi. Ini merupakan pertemuan pertama kalinya untuk seluruh penerima beasiswa ADik dapat berkumpul di satu ruangan yang sama.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Yatno, S.Pt., M.Si.; Koordinator Pengembangan Mahasiswa dan Alumni, Hj. Adrianti, S.E. M.M.; Sub Koordinator Kesejahteraan Mahasiswa dan Alumni, Herry Jon, S.E.; serta Sub Koordinator Minat, Bakat, Penalaran dan Informasi Kemahasiswaan, Dr. Aswari Hepni, S.H., M.H.

Penerima beasiswa ADik yang ada di UNJA sendiri berjumlah 87 orang mahasiswa yang berasal dari 9 provinsi berbeda yang ada di Indonesia, yaitu Papua, Papua Barat, Kalimantan, Maluku, Sulawesi, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Aceh.

Sebagai info tambahan, program beasiswa ADik merupakan program pemberian bantuan pembiayaan kuliah di perguruan tinggi yang dikhususkan untuk putra dan putri dari Papua, Papua Barat, daerah 3T, serta anak-anak TKI. Selain itu, program beasiswa ini juga ditujukan untuk putra dan putri penyandang disabilitas. Terdapat 4 kategori program beasiswa ADik, yaitu ADik 3T, ADik Papua dan Papua Barat, ADik ADEM dan TKI, serta ADik Mandiri.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Ir. Teja Kaswari, M.Sc., dalam arahannya menyampaikan pentingnya makna kebersamaan dan indahnya perbedaan.

“Saya sangat senang sekali karena baru kali ini saya diperkenalkan dan bertemu dengan seluruh mahasiswa penerima beasiswa ADik. Inilah yang disebut dengan Indonesia. Kita merdeka sejak 1945 dan baru di tahun 2017 saudara-saudara dari Papua mengenal Jambi, 70 tahun lebih baru bisa berinteraksi dan kuliah di sini. Alhamdulillah respon yang saya dengar, teman-teman kita yang dari Papua ini cepat beradaptasi di UNJA dan di lingkungan masyarakat. Tidak ada diskriminasi yang saya dengar di Jambi terhadap mahasiswa dari Papua. Indonesia ini adalah surga yang jatuh di bumi, berbeda dengan negara-negara lain, begitu besar ragam adat dan budayanya. NKRI adalah harga mati dan kemudian kita beragama secara moderat. Silakan ceritakan ke teman-teman saudara di kampung halaman tentang bagaimana tidak adanya gejolak karena perbedaan agama di Jambi ini,” ujar beliau.

Pada akhir kegiatan, Dr. Ir. Teja Kaswari, M.Sc., menyampaikan tujuan diadakannya kegiatan pembinaan mahasiswa penerima beasiswa ADik ini.

“Beasiswa ADik ini adalah kegiatan pemerintah pusat, tujuan utamanya supaya beberapa wilayah terutama Papua dan daerah 3T agar mahasiswanya bisa mendapatkan kesempatan yang sama di seluruh Indonesia dengan beasiswa penuh dari awal kuliah sampai akhir ujian skripsi. Kegiatan ini bagian dari usaha kita agar mereka mengenal satu dengan yang lainnya. Banyak dari mereka yang belum pernah bertemu antar sesama penerima beasiswa ADik. Tujuan utamanya kita bisa mendapatkan dan mendengarkan keluh kesah mereka agar didengarkan secara bersama-sama dan menjadi informasi bagi kita. Mereka adalah orang-orang terpilih dengan proses yang panjang. Alhamdulillah ada beberapa yang sudah menyelesaikan studinya,” imbuhnya.

Salah satu perwakilan mahasiswa penerima beasiswa ADik asal Papua menyampaikan harapannya kepada Universitas Jambi.

“Harapan kami setiap tahun ada penerimaan mahasiswa baru, ada perhatian khusus baik dari universitas maupun fakultas. Rasa nyaman dan betah di UNJA dirasakan dengan perkuliahan yang lancar, aman, dan nyaman. Kami yakin dengan kami bisa menyelesaikan perkuliahan di UNJA, bisa menjadi kebanggaan tersendiri bagi UNJA yang meluluskan mahasiswa dan mahasiswi terbaik dari Papua dan Papua Barat,” ujarnya.

Dimas Anugrah Adiyadmo/HUMAS

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Name *