JAMBI,- Guna mewujudkan desa sentra peternakan ayam kampung melalui penerapan teknologi recording dan breeding dalam peningkatan produktivitas, Dosen dan mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Jambi damping Desa Sidolego, Kecamatan Tabir Lintas, Kabupaten Merangin. Pendampingan yang dilakukan selama tiga bulan tersebut atas kerjasama yang dilakukan Fakultas Peternakan Universitas Jambi bersama Kepala Desa Sidolego, Kecamatan Tabir Lintas dengan disaksikan oleh Ketua Komisi III DPRD Provinsi Jambi pada 5 Januari 2021 lalu.

Defison, selaku Dosen Pendamping dari FAPET UNJA mengatakan bahwa dari kerjasama itu mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Merangin dengan menetapkan Desa Sidolego sebagai kawasan Sentra Ayam Kampung atas potensi yang dimiliki.

Untuk itu dikatakan Defison, dampak Pandemi Covid-19 yang membuat pendapatan petani masyarakat yang didominasi petani karet itu tidak menentu karena harga komoditi pertanian yang fluktuatif. Sehingga diperlukan mencari alternatif sumber penghasilan lainnya.

“Dampak Pandemi Covid-19 sangat berpengaaruh pada pendapatan masyarakat Desa Sidolego yang didominasi petani karet, terlebih harga yang sangat fluktuatif. Sehingga kita mendorong masyarakat mencari alternatif lain denga menerapkan usaha ternak ayam local,” ujarnya pada Kamis (9/12/2021).

Dia mengungkapkan bahwa hasil diskusi bersama Kepala Desa, Ruslan Miskun dan kelompok tani terdapat beberapa permasalah yang dihadapi peternak dalam pengembangan peternakan ayam lokal.Di antaranya tidak tersedianya indukan sebagai penghasil bibit ayam. Sebab selama ini masih mengandalkan bibit yang didatangkan dari luar Kabupaten Merangin.

“Selain permasalahan indukan, Desa Sidolego memiliki kendala dalam hal breeding dan recording yang baik untuk seleksi dalam memperbaiki mutu genetik ternak. Mahalnya harga pakan dan kemampuan memanfaatkan sumber pakan potensi lokal juga belum dimiliki masyarakat,” ungkapnya.

Sehingga kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MB-KM) sebagai implementasi Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi membuka kesempatan luas bagi mahasiswa untuk memperkaya, memperdalam, serta meningkatkan wawasan dan kompetensinya melalui kegiatan di desa.Kegiatan itu dalam rangka meningkatkan ekonomi masyarakat desa melalui pertumbuhan dan perkembangan unit-unit usaha desa, baik usaha lama maupun usaha baru, usaha individu maupun usaha Bersama.

Dia mengatakan bahwa Universitas Jambi memberi kesempatan kepada pada dosen untuk membimbing, melakukan kegiatan penumbuhan dan pengembangan unit-unit usaha di desa melalui Program Inovasi Wira Desa yang diharapkan menjadi penggerak perekonomian unggulan desa yang berbasis keunggulan lokal dan berkonsep global.

Program inovasi wira desa tersebut bertujuan untuk menerapkan konsep penumbuhan dan pengembangan kewirausahaan desa yang dibangun dengan kolaborasi antara masyarakat, lingkungan desa dan perguruan tinggi secara berkelanjutan.

”10 orang mahasiswa yang mendampingi petani peternak di desa Sidolego selama tiga bulan khusus mengembangkan ayam lokal. Beberapa ayam Lokal yang telah dicoba dikembangkan umumnya berorientasi penghasil daging dalam waktu 2 sampai 3 bulan hingga dapat dijual,” ujarnya.

Ditambahkannya bahwa masyarakat Desa Sidolego yang sangat bergantung pada bibit dari pulau Jawa diupayakan dapat mengatasinya dengan pembentukan galur ayam yang sesuai dengan daerah.

“Desa Sidolego memiliki kemampuan produksi telur tinggi untuk ketersedian bibit, dengan bobot badan yang tinggi untuk tujuan komersial. Maka upaya yang dapat dilakukan dengan mengkombinasikan potensi genetik yang dimilki beberapa galur ayam melalui persilangan, Ayam Arab merupakan ayam lokal yang berpotensi memproduksi telur yang cukup tinggi mencapai 250 hingga 260 butir per tahun,” katanya.

Upaya tersebut dapat berhasil dengan baik jika peternak memiliki kemampuan dalam melakukan identifikasi dan seleksi terhadap persilangan melalui penerapan teknologi recording dan breeding yang baik.

Pengetahuan Breeding dan recording merupakan salah satu aspek yang penting namun sering dianggap sepele oleh peternak. Padahal hal tersebut merupakan syarat untuk mengidentifikasi ternak dalam rangka mempermudah dan membantu peternak dalam mengelola ternak dan membantu dalam meningkatkan produktivitas ternak.

Diharapkannya, melalui program hibah Inovasi Wira Desa akan berkembang wirausahawan baru, usaha produktif yang mengoptimalkan potensi desa dan pada saatnya akan menumbuhkan keunggulan desa.

Di samping itu juga harapannya kegiatan ini dapat berkelanjutan sampai tahap pengemasan dan pemasaran sehingga dibutuhkan Kerjasama semua pihak.

HUMAS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *