MENDALO,- Selama masa pandemi, perpustakaan Universitas Jambi tetap dibuka untuk pengunjung. Tidak ada pembatasan jumlah pengunjung namun tetap menerapkan protokol kesehatan. Hal ini karena perpustakaan UNJA memiliki ruangan yang luas sehingga pengunjung tetap dapat bergerak dengan leluasa dan dalam jarak yang aman.

“Dampak pandemi ini pasti berpengaruh untuk jumlah pengunjung perpustakaan. Tapi tetap ada yang berkunjung ke perpustakaan rata-rata adalah mahasiswa akhir. Sebenarnya banyak e-book, e-jurnal yang bisa mereka akses. Namun mereka tetap butuh untuk membaca buku cetak,” ujar Affan Malik selaku Ketua Perpustakaan UNJA.

Untuk memaksimalkan fungsi perpustakaan, UNJA menginovasikan perpustakaan yang berbasis digital dan sudah bekerja sama dengan para penyedia buku-buku dan jurnal-jurnal.

“Kita punya web yang bisa digunakan untuk membaca jurnal-jurnal online dari jurnal berlangganan. Nah saat ini akan diperbaharui lagi dengan adanya perpustakaan digital yang sudah bekerja sama dengan penyedia buku-buku. Namun sekarang belum bisa diakses, karena masih proses finalisasi agar bisa segera di launching,” ujar Noni Zurweni bagian pengembangan perpustakaan.

Kedepannya perpustakaan digital ini akan disiapkan untuk menyediakan banyak kemudahan bagi mahasiswa agar bisa mengakses buku-buku sebagai bahan referensi.

“Dalam perpustakaan digital ini nantinya akan berisi buku-buku, jurnal nasional yang UNJA punya dan sudah terindeks SINTA, bisa terhubung ke perpustakaan nasional, ada open acces, dan katalog OPAC untuk mengetahui buku cetak apa saja yang tersedia di perpustakaan UNJA. Selain itu, dalam perpustakaan digital ini akan disediakan Turnitin untuk cek plagiasi tugas akhir mahasiswa, dan juga repository untuk upload skripsi mahasiswa”, tambahnya.

Asmi Ayu Ning Alim/HUMAS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *