MENDALO,- UNJA Menjadi Tuan Rumah Di Masa Pandemi, Simposium Nasional Akuntansi (SNA) Ke-24. Simposium Nasional Akuntansi (SNA) merupakan acara bergengsi untuk mempresentasikan hasil penelitian terbaik peneliti, pendidik, mahasiswa, dan praktisi di seluruh Indonesia. Acara ini berlangsung pada 27-29 oktober 2021 di Universitas Jambi. SNA juga menjadi jalan silaturahmi para peserta dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.

“Adanya Pandemi tidak menyurutkan semangat para akuntan pendidik yang tergabung dalam Kompartemen Akuntan Pendidik Ikatan Akuntan Indonesia (KAPd IAI) untuk melaksanakan SNA, ajang pertemuan akbar akuntan pendidik yang rutin diselenggarakan setiap tahunnya. Untuk pertama kalinya SNA digelar secara Hybrid, yakni diselenggarakan secara tatap muka dan secara online sehingga dapat menjangkau seluruh akuntan pendidik yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia,” ujar Prof. Mardiasmo, MBA., Ph.D., CFrA.,QIA.,Ak.,CA.,FCMA.,CGMA.,ASEAN CPA.,CPA (Aust.)., CSFA selaku Ketua Dewan Pengurus Nasional IAI.

“Saya yakin dengan kompetensi Chartered Accountant yang dimiliki oleh para akuntan pendidik dapat meningkatkan peran dan kontribusi Akuntan Pendidik sebagai solution of the national melalui riset-riset yang bermanfaat, aplikatif, dan inovatif sehingga dapat mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional demi terwujudnya prosperous society,” tambahnya.

“Pada era Revolusi Industri 4.0 para akuntan harus mulai membuat beberapa perubahan agar dapat menjawab tantangan di era Revolusi 4.0. Sebagai akuntan pendidik, kita juga dihadapkan pada tantangan untuk membuat kurikulum yang dapat mencetak para akuntan yang dapat berkiprah di era Revolusi Industri 4.0 good dovernance memiliki hubungan yang erat dengan Revolusi Industri 4.0. Pemerintah telah mengesahkan peraturan maupun perundangan dalam bidang system informasi untuk mewujudkan e-government. Pemerintah telah menuangkan good governance dalam pengelolaannya, agar tercipta pemerintahan yang efektif dan efisien. Pemanfaatan teknologi informasi diyakini akan dapat meningkatkan good governance,” ujar ketua KAPd IAI Prof. Dr. Dian Agustria, SE.,M.Si.,Ak,CA. dalam sambutannya.

Sementara itu Rektor UNJA mengharapkan riset terkini dibidang akuntansi dapat memberikan dampak yang nyata bagi kemaslahatan umat dan kemajuan bangsa.

“Harapan saya kegiatan ini tentunya menjadi wadah dalam bertukar pikiran, ide dan berbagi pengetahuan mengenai riset terkini di bidang akuntansi untuk dapat memberikan dampak nyata bagi kemaslahatan umat dan kemajuan bangsa ini,” ujar Rektor Universitas Jambi secara virtual karena tidak dapat hadir secara tatap muka.

Kegiatan Simposium Nasional Akuntansi XXIV pertama kalinya diselenggarakan secara hybrid yaitu dengan memadukan pertemuan tatap muka (luring) dan pertemuan secara daring. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Sailun Salimbai Membangun Negeri, Akuntansi Pendidik Siap Berperan Untuk Mewujudkan Sustainable Development Goals”

“ Kita memiliki kesempatan memanfaatkan acara ini untuk berbagi ilmu pengetahuan dan membangun jaringan dengan peneliti lainnya, khususnya dalam bidang akuntansi,” ujar Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis dalam Sambutannya.

Lonjakan angka kasus pandemi covid-19 pada awal juli hingga agustus 2021 sempat menjadi kekhawatiran panitia akan realisasi Simposium Nasional Akuntansi XXIV. Namun panitia tetap menjaga optimisme dan semangat dengan keyakinan bahwa badai pasti berlalu. Panitia melakukan konsultasi dan koordinasi kepada pemangku kebijakan baik pengurus pusat KAPd IAI, Pimpinan Perguruan Tinggi, Kepala Daerah Tingkat Provinsi, Kota dan Kabupaten untuk melaksanakan SNA XXIV di Universitas Jambi.

“ Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi sebagai tuan rumah penyelenggaraan seharusnya melaksanakan symposium ke-23 pada tahun 2020. Namun dikarenakan pada tahun tersebut merupakan awal terjadinya pandemi Covid-19 maka setelah panitia berkonsultasi dengan berbagai pihak, maka pelaksanaan di Universitas Jambi ditunda dan digantikan dengan pelaksanaan SNA secara virtual,” ujar Dr. Ilham Wahyudi, S.E, M.Si

“ Karena kondisi Indonesia yang sedang Pandemi jadi panitia membatasi jumlah peserta yang mengikuti acara secara luring di Universitas Jambi. Biasanya peserta mencapai 1000 orang namun sekarang kami batasi yang hadir hanya 250 peserta selebihnya mengikuti acara secara daring. Namun, sejauh ini yang hadir dari luar daerah ke Universitas Jambi sekitar 80an peserta, selain presentasi karya, acara ini juga membuka lapak bazaar untuk mengenalkan Jambi,” lanjutnya.

“Harapannya acara ini dapat mendorong semangat mahasiwa untuk senantiasa berkreativitas dan bersama menunjukkan kepada perguruan tinggi lain bahwa kita mampu berkiprah di Internasional,” tutupnya.

Meisinta Ayu Teresia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *